Istanbul (ANTARA) - Kawasan West End London diterangi cahaya pada pekan ini ketika Wali Kota Sadiq Khan menyalakan lampu Ramadan kota tersebut pada Jumat (13/2) malam yang menandai tahun keempat berturut-turut perayaan bulan suci Muslim itu di pusat kota London.
Lebih dari 30.000 lampu LED yang terinspirasi dari pola geometris Islam kini bersinar di Leicester Square dan jalan-jalan sekitarnya, menampilkan tulisan “Happy Ramadan” sebelum berubah menjadi “Happy Eid” pada 18 Maret.
Inisiatif tersebut didanai dan diselenggarakan oleh Aziz Foundation—sebuah yayasan yang memberi dukungan kepada Muslim Inggris.
Dalam pidatonya, Khan menyerukan persatuan di tengah meningkatnya ketegangan politik dan Islamofobia yang semakin besar.
“Mari kita tunjukkan yang terbaik dari London, yang terbaik dari Inggris, dan yang terbaik dari Islam,” katanya.
“Saya menyerukan umat Muslim, Kristen, Yahudi, Buddha, Sikh, mereka yang menganut agama terorganisir maupun yang tidak, untuk bersatu selama bulan Ramadhan ini,” tambahnya.
Menyoroti konflik global yang lebih luas, Khan mengajak para jamaah untuk mengingat mereka yang menderita di berbagai tempat, termasuk Sudan, Gaza, dan Ukraina, melalui doa dan amal, serta memberi peringatan kepada pihak-pihak yang “menabur benih perpecahan, kebencian, dan ketakutan.”
“Salah satu tugas kita selama bulan Ramadhan ini, baik Muslim maupun non-Muslim, adalah menunjukkan bahwa London adalah penawar bagi kebencian tersebut. Kita adalah antitesis dari semua yang mereka yakini,” ujarnya.
Khan kemudian menyampaikan melalui media sosial X, bahwa menyalakan lampu di Piccadilly Circus merupakan “sebuah kehormatan”. Ia turut seraya menggambarkan London sebagai mercusuar harapan, persatuan, dan inklusivitas, di mana keberagaman adalah kekuatan, dan setiap orang dicintai serta diterima.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Bantuan kurma Saudi untuk penuhi kebutuhan umat Islam jelang Ramadan
Baca juga: Sambut Ramadhan, Kuwait gelar pameran produk rumah tangga
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































