Gresik, Jawa Timur (ANTARA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kegiatan gotong royong bersama warga di Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 230 peserta yang terdiri atas karyawan PTFI, warga Dusun Banyutami, serta perangkat Pemerintah Desa Banyuwangi.
"Melalui semangat gotong royong, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan," kata VP External Affairs Smelter PTFI Erika Silva di Gresik, Jawa Timur, Minggu.
Erika mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, hijau, dan nyaman.
Upaya itu sejalan dengan semangat "One Freeport untuk Indonesia" dan nilai SINCERE yang menjadi landasan PTFI dalam memperkuat kepedulian lingkungan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Ia menjelaskan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan tetapi juga mendorong penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan itu, peserta melakukan pembersihan lingkungan dan bibir sungai, pengecatan serta perbaikan fasilitas umum, pemasangan papan edukasi kebersihan, serta penataan lingkungan dengan berbagai atribut kemerdekaan.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemasangan umbul-umbul, Bendera Merah Putih, dan signage lingkungan dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
PTFI bersama pemerintah desa dan masyarakat juga melakukan penghijauan dengan memanfaatkan kompos hasil pengolahan sampah organik dari tempat pengolahan sampah dengan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang) (TPS 3R) binaan PTFI.
Selain itu, pot tanaman yang digunakan berbahan daur ulang sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan kembali material sekaligus memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan.
Erika menuturkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada aksi gotong royong tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
"Yang terpenting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi bagian dari kebiasaan bersama, sehingga lingkungan yang bersih dan nyaman dapat terus dijaga oleh masyarakat," katanya.
Sekretaris Desa Banyuwangi Muhammad Sobirin menuturkan kegiatan gotong royong membersihkan dan memperbaiki lingkungan ini dipusatkan di pintu masuk Dusun Banyumanik karena merupakan wajah bagi masyarakat setempat.
Terlebih, terdapat pula sungai di pintu masuk desa yang sepanjang bibir sungai bisa dimanfaatkan sebagai lokasi penghijauan terutama untuk tanaman buah-buahan sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
"Ini adalah gerbangnya, wajah dari Dusun Banyutami, kemudian kita juga fokuskan ke sungai," kata Sobirin.
Baca juga: PTFI perkuat pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular
Baca juga: Smelter Freeport ditargetkan mulai berproduksi September 2026
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































