Babel bentuk posko siber percepat tangani karhutla

1 hour ago 4
Dengan adanya posko siber ini maka penangganan bencana akan lebih cepat untuk memadamkan kebakaran hutan, lahan dan kekeringan di masyarakat

Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk posko siber kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, sebagai langkah mempercepat penanggulangan bencana alam dampak musim kemarau ekstrim di daerah itu.

"Hari ini, kita bentuk posko berbasis teknologi mulai dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan," kata Gubernur Kepulauan Babel, Hidayat Arsani usai apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla 2026 di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan pembentukkan posko penanggulanan karhutla dan kekeringan berbasis teknologi itu untuk memantau titik panas, mengkoordinasikan patroli terpadu dan mengintegrasikan laporan masyarakat dan BPBD, Polri, TNI dan instansi terkait lainnya secara terpadu.

"Dengan adanya posko siber ini maka penangganan bencana akan lebih cepat untuk memadamkan kebakaran hutan, lahan dan kekeringan di masyarakat," ujarnya.

Ia menyatakan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, maka petugas desa, kelurahan dan masyarakat bisa melaporkan melalui posko siber ini, maka petugas BPBD, Damkar, Polri, TNI dan instansi terkait lainnya akan dating secepatnya untuk menangani kebakaran tersebut.

"Petugas gabungan akan dating dengan waktu sesingkat-singkatnya, sehingga dapat menimalisir kerugian dampak kebakaran tersebut," ujarnya.

Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan pembentukkan posko ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana alam dampak kemarau ekstrim akibat fenomena el nino.

"Apabila ada laporan kejadian kebakaran, kita akan langsung mengerahkan personil kepolisian, TNI, BPBD, Basarnas dan lainnya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan tersebut," katanya.

Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha perkebunan untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka lahan baru, karena berpotensi terjadinya kebakaran yang besar yang merugikan masyarakat lainnya.

"Kita mengimbau masyarakat dengan cara membakar, termasuk membakar sampah. Terkadang membakar sampah kelihatan kecil, namun jika dibiarkan api tersebut akan membesar dan kita harus jaga api tersebut disaat kecil. Kecil menjadi kawan dan jika besar akan menjadi lawan," katanya.

Baca juga: Menhut ajak masyarakat bantu pemerintah cegah karhutla

Baca juga: Destinasi wisata di sekitar Bromo masih aman dikunjungi wisatawan

Pewarta: Aprionis
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |