Psikolog soroti faktor “oversharing” di media sosial

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Psikolog Ayu S. Sadewo S.Psi, Psikolog mengemukakan bahwa oversharing atau berbagi informasi berlebihan terutama di media sosial kerap dilakukan individu tanpa sadar.

Menurut dia, individu yang melakukan oversharing dipicu faktor kondisi emosional yang sedang intens memicu perilaku impulsif terutama saat membuat unggahan di media sosial.

“Saat emosi sedang intens, orang jadi cenderung lebih impulsif hingga kurang memikirkan dampak dari unggahannya bahwa bisa saja hal yang dia unggah sudah berlebihan,” ujar Ayu, ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Psikolog ingatkan bahaya penggunaan media sosial yang berlebihan

Baca juga: Tips jaga kesehatan mental di era media sosial

Psikolog lulusan Profesi Psikolog di Universitas Indonesia itu mengatakan ⁠ciri-ciri oversharing sebagai tindakan yang dilakukan seseorang membagikan sesuatu secara berlebihan, seperti di media sosial.

Dalam konteks oversharing di media sosial, perilaku ini dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu konten yang diunggah terlalu bersifat personal atau pribadi dan bukan untuk ranah publik.

Selain itu, membagikan cerita yang melibatkan orang lain tanpa izin juga menjadi salah satu bentuk oversharing yang kerap tidak disadari.

“Konten yang sangat ‘emosional’ atau dilakukan saat intensitas emosi sedang tinggi, terlalu senang, terlalu sedih atau terlalu marah, atau emosi lain yang berlebihan,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Ayu mengingatkan pentingnya kesadaran diri dalam mencegah oversharing di media sosial. Menurut dia, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah perilaku impulsif agar tidak oversharing saat bermedia sosial dengan menerapkan teknik “pause” atau mengambil jeda sementara.

Dengan mengambil jeda, otak diberi kesempatan untuk kembali berpikir rasional. Kondisi tersebut membuat individu bisa lebih dikuasai oleh proses berpikir dibandingkan emosi sesaat.

“Supaya ngga impulsif, take a ‘pause’ dulu. Sebelum unggah, ambil waktu sejenak, bisa sambil tarik nafas buang nafas beberapa kali, supaya proses berpikir kembali on,” tutur dia.

Baca juga: "Oversharing" di medsos bisa dicegah dengan empati dan kontrol diri

Baca juga: Kiat tekan kebiasaan bagikan informasi secara berlebihan di medsos

Baca juga: "Oversharing" di media sosial berisiko merugikan orang lain

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |