- Senin, 2 Maret 2026 18:10 WIB
Pekerja menjilid Al Quran Braille yang telah selesai di produksi di Yayasan Penyantun Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). Pekerja menyatakan, pada Ramadan tahun ini, percetakan tersebut mengalami penurunan produksi sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya atau hanya memproduksi 100 set Al Quran Braile dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 200 set akibat biaya cetak yang mahal dan pesanan yang berkurang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Pekerja memeriksa kualitas Al Quran Braille yang telah selesai di produksi di Yayasan Penyantun Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). Pekerja menyatakan, pada Ramadan tahun ini, percetakan tersebut mengalami penurunan produksi sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya atau hanya memproduksi 100 set Al Quran Braile dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 200 set akibat biaya cetak yang mahal dan pesanan yang berkurang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Pekerja menyalin Al Quran ke cetakan untuk Al Quran Braille di Yayasan Penyantun Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Senin (2/3/2026). Pekerja menyatakan, pada Ramadan tahun ini, percetakan tersebut mengalami penurunan produksi sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya atau hanya memproduksi 100 set Al Quran Braile dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 200 set akibat biaya cetak yang mahal dan pesanan yang berkurang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































