Prancis desak rapat darurat DK PBB usai tiga anggota UNIFIL gugur

1 month ago 10
Karena insiden yang sangat serius melibatkan pasukan UNIFIL ...

Moskow (ANTARA) - Pemerintah Prancis mendesak digelar rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) setelah tiga personel penjaga perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon selatan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot, Senin (30/3), meminta segera diselenggarakan rapat darurat tersebut menyusul insiden serius yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian PBB.

"Karena insiden yang sangat serius melibatkan pasukan UNIFIL, saya telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB," ujar Barrot melalui media sosial X.

Barrot juga mengecam serangan yang menewaskan para penjaga perdamaian tersebut. Dia pun menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada keluarga korban serta menyerukan dilakukannya penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian.

Baca juga: Dua lagi tentara RI gugur, PBB kutuk serangan terhadap UNIFIL

Selain itu, dia mengutuk serangan terhadap kontingen Prancis dalam misi UNIFIL di wilayah Naqoura, yang disebutnya sebagai pelanggaran keamanan dan "tindakan intimidasi" oleh tentara Israel.

Pemerintah Prancis telah menyampaikan kecaman tersebut kepada duta besar Israel di Paris dengan cara sekeras-kerasnya.

Sebelumnya, UNIFIL melaporkan seorang personel penjaga perdamaian asal Indonesia gugur pada Minggu malam (29/3) setelah sebuah peluru menghantam salah satu pos mereka.

UNIFIL juga menyebutkan dua personel lain gugur dalam serangan terhadap kendaraan patroli mereka di wilayah Bani Haiyyan dalam 24 jam terakhir.

UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian PBB yang beroperasi di Lebanon selatan dan dibentuk oleh DK PBB pada 1978. Pada 2006, mandat UNIFIL diperkuat untuk memantau penghentian permusuhan serta menjalankan sejumlah tugas lainnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pemimpin Eropa ungkap keprihatinan atas gugurnya personel RI di UNIFIL

Baca juga: Anggota DPR minta penempatan TNI di Lebanon dievaluasi

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |