Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan harga hewan kurban yang stabil menjadi salah satu pemicu beberapa daerah di luar ibu kota membeli hewan itu di Jakarta.
Menurut Pramono, hal ini menunjukkan bahwa badan usaha milik daerah (BUMD) telah menyiapkan hewan kurban dengan baik.
“Beberapa daerah akhirnya mengambil hewan kurbannya dari Jakarta. Ini menunjukkan bahwa BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Hingga hari ini, kata dia, harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan dan relatif stabil.
“Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta,” jelas Pramono.
Sebelumnya, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya secara resmi menetapkan target penyediaan hewan kurban sebanyak 900 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa seluruh hewan kurban yang disediakan telah melalui prosedur seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat.
Sebagai bagian dari standardisasi layanan, Raditya menyebut pihaknya juga mengerahkan 100 personel profesional, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan.
Selain itu Dharma Jaya pun menawarkan layanan pengelolaan daging kurban secara komprehensif, mulai dari pemotongan, pemisahan karkas, hingga pengemasan khusus (customized packaging) dalam takaran kilogram untuk memudahkan distribusi bagi masyarakat.
Baca juga: Dharma Jaya pastikan daging kurban yang dipotong aman dan halal
Baca juga: KPKP DKI perketat pengawasan hewan kurban jelang Idul Adha
Baca juga: Dharma Jaya sediakan 900 ekor sapi untuk sambut Idul Adha 2026
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































