Jakarta (ANTARA) - Pemerintah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda baru di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), serta Bulungan (Kalimantan Utara) untuk seluruh siswa Indonesia.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (Direktur SSPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Ardi Findyartini mengatakan pihaknya mengupayakan adanya biaya transportasi tersebut ke dalam komponen beasiswa yang ditanggung bagi seluruh siswa di SMA Unggul Garuda baru.
"Kami menyadari bahwa belum tentu semua mampu untuk (melakukan perjalanan) dari tempat tinggal menuju ke asrama, mungkin nanti ada biaya untuk kunjungan famili misalnya dan seterusnya itu adalah komponen yang diupayakan terkover di dalam beasiswa kami," katanya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Kemdiktisaintek pastikan SMA Unggul Garuda baru beroperasi Juni 2026
Titin, sapaan akrabnya, menjelaskan berbagai biaya yang juga mencakup keperluan harian akan menjadi tanggungan beasiswa bagi siswa SMA Unggul Garuda baru.
Adapun dalam proses tes, lanjut dia, para calon siswa tidak perlu datang langsung ke empat lokasi SMA Unggul Garuda. Pemerintah akan menetapkan lokasi tes terpusat di masing-masing wilayah.
"Tesnya akan dilakukan di test center-test center yang ada di seluruh wilayah Indonesia, mendekati lokasi dari calon siswa," ujar Ardi Findyartini.
Diketahui, PPDB SMA Unggul Garuda Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka pada 5-28 Februari 2026.
Pemerintah memfasilitasi SMA Unggul Garuda sebagai boarding school berfasilitas modern untuk mencetak generasi unggul dari seluruh lapisan masyarakat, dengan kuota beasiswa penuh hingga 80 persen.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengatakan Sekolah Garuda dapat diakses oleh anak-anak dari semua kalangan, termasuk masyarakat miskin.
"Sekolah Garuda berkomitmen memberikan akses kepada mereka yang paling berprestasi dari kalangan manapun, termasuk dari keluarga miskin," katanya.
Baca juga: Kebijakan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat pacu pendidikan teknologi
Baca juga: Kemdiktisaintek luncurkan PPDB Sekolah Garuda Baru TA 2026/2027
SMA Unggul Garuda merupakan sekolah dengan tambahan penguatan kurikulum pra-universitas bersistem asrama setara jenjang SMA, yang mengutamakan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Para lulusan SMA Unggul Garuda dipersiapkan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia di dalam dan luar negeri.
Hingga 2029, Pemerintah Indonesia menargetkan setidaknya ada 20 SMA Unggul Garuda baru yang dibangun di berbagai wilayah di Indonesia.
"Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri," ucap Stella Christie.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































