Jakarta (ANTARA) - Lembaga survei Poltracking Indonesia menilai tingginya popularitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperkuat kualitas pelaksanaan dan memperluas manfaat program prioritas tersebut kepada masyarakat.
Peneliti Poltracking Indonesia Ahmad Ziaul Fitrauddin dalam pemaparan hasil survei bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu Aktual Strategis diikuti daring di Jakarta, Kamis mengatakan tingginya perhatian publik terhadap MBG menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberhasilan program tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah perlu terus melakukan penyempurnaan implementasi agar manfaat program semakin dirasakan masyarakat.
"Dalam teori agenda setting, saya meminjam dari McCombs and Shaw bahwasannya program apa pun yang menjadi tinggi dalam penyiaran dalam narasi, akan mengunci ekspektasi publik terhadap kualitas. Artinya ketika sesuatu itu menjadi tinggi, maka akan menjadi perhatian kualitasnya. Sebagaimana kualitasnya tentu akan menjadi ekspektasi, harus baik," kata Zia dalam pemaparan hasil survei.
Kondisi tersebut dinilai berkaitan dengan tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat akibat kenaikan biaya hidup, termasuk dampak penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Meski demikian, Zia menilai pemerintah memiliki ruang yang cukup untuk memperkuat penerimaan publik melalui penyempurnaan berbagai program yang menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Jadi penyempurnaan akurasi program prioritas pemerintah ini harus dilakukan secara konsisten baik itu, jangan hanya program mercusuarnya tapi juga program riil masyarakat yang tadi. Jadi meja negosiasi itu bukan hanya di meja negosiasi elitis, tapi juga berdampak terhadap meja kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Survei nasional: Masyarakat rasakan dampak positif, publik dukung MBG
Menurut Zia, tingginya ekspektasi publik terhadap MBG merupakan peluang bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas layanan, akurasi penerima manfaat, serta efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia Masduri Amrawi mengatakan MBG menempati posisi teratas dibandingkan program prioritas lainnya, baik dari sisi manfaat yang dirasakan masyarakat maupun tingkat popularitas program.
"Program prioritas Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan manfaatnya MBG (27,6 persen)," kata Masduri.
Survei tersebut juga menunjukkan MBG menjadi program pemerintah yang paling dikenal masyarakat. Sebanyak 92,1 persen responden mengaku mengetahui program tersebut.
"Program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka paling populer. Sebanyak 92,1 persen publik mengetahui program ini," ujar Masduri.
Dari responden yang mengetahui program MBG, sebanyak 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya,
Berdasarkan temuan Poltracking pada 11-17 Mei 2026 terhadap 1.220 responden, dari 92,1 persen masyarakat yang mengetahui program MBG, sebanyak 55,6 persen menyatakan puas terhadap pelaksanaannya.
Sementara itu, persepsi terkait ketepatan sasaran program masih relatif berimbang, dengan 45,3 persen responden menilai program sudah tepat sasaran dan 46,3 persen menyatakan sebaliknya.
Selain MBG, program yang dinilai paling bermanfaat oleh masyarakat adalah Kartu Indonesia Sehat sebesar 11,1 persen, Kartu Indonesia Pintar 10,1 persen, layanan kesehatan gratis 8,5 persen, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 8,3 persen.
Baca juga: Survei Indikator Politik 2026: Mayoritas publik puas atas program MBG
Baca juga: Survei Cyrus: Publik dukung program MBG namun minta perbaikan
Baca juga: Poltracking nilai kepuasan publik jadi modal pemerintah jaga ekonomi
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































