Polresta Malang minta warga laporkan temuan penimbunan pangan

3 hours ago 1

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Malang meminta kepada seluruh warga di kota setempat agar tak ragu melaporkan temuan indikasi penimbunan bahan pangan menjelang Idul Fitri 2026.

Ketua Satuan Tugas Pangan yang juga Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, di Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan, pemantauan kondisi ketersediaan bahan pokok terus dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

"Kami setiap minggu turun ke lapangan mengecek di pasar sampai tingkat distributor, kalau misal ada indikasi penimbunan dan menyebabkan kenaikan harga yang tidak wajar masyarakat segera melaporkannya ke kami," kata dia.

Ia menyampaikan, selama berjalannya bulan Ramadhan tim satgas pangan belum menerima laporan dari warga maupun temuan di lapangan terkait adanya indikasi penimbunan. Sekalipun begitu, upaya pengawasan terus diperketat.

Pihaknya juga siap menindaklanjuti setiap laporan dengan langsung melakukan pengecekan di lapangan.

Soal tren penimbunan bahan pangan menjelang Idul Fitri, dia menyampaikan berdasarkan hasil analisa di lapangan hal tersebut biasanya sudah terjadi sejak awal Ramadhan.

"Tapi di Malang ini belum ada temuan sampai sekarang," ujarnya.

Satgas Pangan Polresta Malang Kota menegaskan setiap pihak yang terbukti melakukan upaya menimbun komoditas pangan akan ditindak secara tegas dan terukur sesuai mekanisme hukum serta perundang-undangan berlaku.

Ia menyampaikan langkah ini dilakukan demi melindungi daya beli masyarakat, terutama sepanjang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri yang akan berlangsung bulan depan.

Kepolisian setempat juga terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota Malang dan bersama-sama membendung celah penimbunan bahan pangan.

Selain itu, dia tak menampik cabai rawit masih menjadi komoditas yang paling diwaspadai karena harganya masih berpotensi melonjak.

Potensi lonjakan harga cabai rawit, lanjutnya dikarenakan faktor curah hujan yang masih tinggi.

"Dengan kondisi yang ada dini menyebabkan barangnya cepat busuk dan menjadikan ketersediaan sedikit sehingga harganya naik," ucap dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |