Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) menggandeng sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk menjaga kondusivitas selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Ormas-Ormas tersebut seperti Forum Betawi Rembug (FBR), Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB), Laskar Merah Putih (LMP), Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Pokdarkamtibmas Citra Bhayangkara, Saka Bhayangkara, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Karang Taruna hingga Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom).
"Komitmen bersama dalam menjaga lingkungan dari berbagai potensi ancaman dan gangguan, khususnya di tengah suasana Ramadhan yang penuh berkah," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi saat memimpin apel siaga Ramadhan di Jakarta, Kamis.
Menurut Twedi, potensi gangguan keamanan bisa muncul dari hal-hal kecil, mulai dari provokasi di media sosial, kesalahpahaman antar kelompok, hingga narasi yang dapat memecah belah masyarakat.
"Mari bersama-sama kita ciptakan kondisi yang aman bagi warga yang beraktivitas, aman bagi pengguna jalan, pelaku usaha, rumah ibadah, hingga aman di ruang digital," kata dia.
Twedi mengatakan, upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menjaga keteduhan wilayah, terlebih menjelang Idul Fitri saat aktivitas masyarakat meningkat.
Dia menekankan tiga hal utama bagi ormas-ormas yang ada di wilayah Jakbar. Pertama, menjadi teladan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan mematuhi aturan, menjaga sikap di ruang publik dan etika di ruang digital, serta menghindari konvoi liar maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum.
Kedua, menolak dan menghentikan penyebaran provokasi, hoaks, ujaran kebencian, serta ajakan kekerasan.
Baca juga: Saat Ramadhan, ormas diimbau tak razia rumah makan karena tetap buka
Baca juga: Pemprov DKI larang ormas razia rumah makan saat Ramadhan
"Jadi masyarakat diimbau untuk menyaring informasi sebelum membagikan, memeriksa sumber, dan memastikan kebenarannya agar ruang digital tetap sehat dan tidak menjadi pemicu konflik di lapangan," katanya.
Ketiga, lanjut dia, mengutamakan musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan dalam menyelesaikan setiap persoalan, baik di lingkungan perumahan, tempat usaha, rumah ibadah maupun ruang publik.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026


















































