Politikus Gerindra sebut program MBG merupakan investasi bangsa

6 days ago 6
"MBG bukan sekadar program makan gratis. Ia adalah strategi ekonomi. Ia adalah kebijakan pembangunan manusia dan dalam kerangka PDB (produk domestik bruto), ia mungkin tercatat sebagai belanja negara, tetapi dalam makna yang lebih dalam, ia adalah in

Jakarta (ANTARA) - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program makan gratis, namun sebuah strategi ekonomi dan juga kebijakan pembangunan manusia.

"MBG bukan sekadar program makan gratis. Ia adalah strategi ekonomi. Ia adalah kebijakan pembangunan manusia dan dalam kerangka PDB (produk domestik bruto), ia mungkin tercatat sebagai belanja negara, tetapi dalam makna yang lebih dalam, ia adalah investasi bangsa," kata Arief dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan jika MBG dipahami hanya sebagai belanja rutin pemerintah, maka MBG akan diperlakukan sebagai beban fiskal.

"Namun, jika ditempatkan sebagai investasi negara dalam pembangunan manusia, maka perspektifnya berubah total: MBG menjadi instrumen strategis pertumbuhan ekonomi," kata Arief yang saat ini juga menjabat sebagai Komisaris PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Ia mengatakan dalam konteks itu, MBG adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia, pada kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi mendatang.

Menurutnya, gizi yang cukup pada usia sekolah terbukti meningkatkan konsentrasi belajar, memperbaiki kehadiran di kelas, dan memperkuat perkembangan kognitif. Dalam jangka panjang, efek tersebut bermuara pada peningkatan produktivitas tenaga kerja.

"Ketika produktivitas naik, pendapatan masyarakat meningkat. Ketika pendapatan meningkat, konsumsi ikut terdorong dan ketika konsumsi menguat, roda ekonomi bergerak lebih cepat. Dengan demikian, investasi negara pada MBG bukan hanya memperbesar komponen 'I' (investasi) dalam rumus PDB, tetapi juga mendorong 'C' (konsumsi rumah tangga) secara simultan," ujarnya.

Ia melanjutkan peningkatan produktivitas dan konsumsi akan berdampak pada penerimaan pajak. Basis pajak yang lebih luas dan ekonomi yang lebih sehat akan meningkatkan penerimaan negara tanpa harus menaikkan tarif pajak.

Artinya, kata dia, MBG berpotensi memperkuat kapasitas fiskal negara itu sendiri.

"Dalam kondisi ekonomi global yang lesu dan penuh ketidakpastian, instrumen domestik seperti MBG menjadi penting. Tanpa pengungkit internal yang kuat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa saja tertahan di bawah kisaran 4-5 persen. Namun, dengan dorongan konsumsi domestik dan peningkatan produktivitas akibat investasi pada gizi, pertumbuhan 2025 yang diproyeksikan di kisaran 5,39 persen menjadi lebih realistis," ucap Arief.

Ia mengungkapkan bahwa dari sejumlah penelitian internasional menunjukkan investasi pada program makan bergizi di sekolah menghasilkan tingkat pengembalian yang sangat tinggi.

UNICEF dan Bank Dunia mencatat bahwa setiap 1 dolar AS yang diinvestasikan dalam program makan sekolah dapat menghasilkan manfaat ekonomi antara 4 hingga 35 dolar AS melalui peningkatan kesehatan, pendidikan, dan produktivitas.

"Dalam beberapa kajian lintas negara, estimasi pengembalian ekonomi bahkan berada pada kisaran 16-35 dolar (AS) per 1 dolar investasi," tuturnya.

Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar proyeksi teoritis. Penelitian terhadap sekitar 100 negara penyelenggara program makan sekolah menunjukkan dampak nyata terhadap ekonomi lokal.

Program semacam itu meningkatkan permintaan terhadap produk pertanian lokal, mendukung usaha kecil serta menciptakan lapangan kerja. Diperkirakan, setiap 100.000 anak yang dilayani oleh program makan sekolah dapat mendorong penciptaan sekitar 1.591 lapangan kerja baru.

"Dampak berantai ini menunjukkan bahwa MBG tidak berhenti di ruang kelas. Ia menyentuh petani, nelayan, pelaku UMKM pangan hingga sektor logistik. Dapur-dapur sekolah menjadi simpul ekonomi baru yang menghubungkan kebijakan publik dengan produksi lokal. Dalam konteks Indonesia yang memiliki basis pertanian dan UMKM luas, potensi multiplier effect ini sangat signifikan," ungkapnya.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |