Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mendalami temuan mayat bayi laki-laki tanpa tali ari-ari dalam kondisi mengenaskan di Sungai Cisokan, Kecamatan Campaka Mulya, ditemukan warga saat memancing, Sabtu.
Kanit Polsek Campaka, Bripka Angga, saat dihubungi Sabtu, mengatakan, mereka langsung menuju ke lokasi setelah mendapat laporan warga dan saksi mata yang pertama kali menemukan jasad bayi yang diperkirakan baru berusia empat hari itu.
Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi guna mengungkap pelaku pembuangan bayi di aliran sungai tersebut, selanjutnya jasad bayi di bawa ke puskesmas setempat guna pemeriksaan sebelum dimakamkan.
"Kami mendapat laporan dari tiga orang saksi yang mendapati jasad bayi mengambang di aliran Sungai Cisokan saat memancing, mereka curiga dengan bau busuk dari jasad bayi yang mulai digerogoti belatung," katanya.
Mendapati hal tersebut, saksi Edi Junaedi sempat memastikan asal bau busuk yang menyengat hidung dengan mencari sumber bau yang ternyata jasad bayi yang tertutup daun kering di tengah sungai dalam kondisi sudah digerogoti belatung, selanjutnya saksi melaporkan pada dua orang rekannya.
Para saksi akhirnya melapor pada aparat setempat dan dilanjutkan melapor ke petugas di Polsek Campaka, hingga akhirnya kasad bayi dievakuasi dan dimakamkan di pemakaman umum setempat.
"Kami masih menyelidiki dan mengembangkan guna menangkap pelaku pembuang bayi yang diduga bukan warga sekitar, sengaja dibuang di aliran sungai guna menghilangkan jejak," katanya.
Informasi dari warga sekitar dan saksi mata, menyebutkan jasad bayi diperkirakan sudah berada di aliran sungai sejak empat hari yang lalu sengaja dibuang guna menghilangkan jejak.
" Kami curiga warga dari luar yang sengaja membuang bayi ke aliran sungai karena selama beberapa bulan terakhir tidak ada warga kami yang dalam kondisi hamil tua, saat ditemukan kondisi tubuh bayi sudah dalam kondisi membusuk," kata saksi mata, Asep Suparman.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































