Mataram (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengerahkan anjing pelacak dari detasemen K-9 unit polisi satwa guna membantu kegiatan patroli pengamanan di kawasan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.
Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid di Mataram, Selasa, menjelaskan pengerahan anjing pelacak ini menjadi bagian dari strategi pengamanan terpadu dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
"Jadi, pengerahan anjing pelacak ini tujuannya untuk membantu deteksi bahan dan barang berbahaya masuk melalui Pelabuhan Lembar. Ini merupakan langkah antisipasi untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat," katanya.
"Seperti giat patroli yang berlangsung pada Selasa dinihari, personel kepolisian mengajak anjing pelacak menyisir area pelabuhan, termasuk kendaraan dan barang bawaan yang masuk maupun keluar dari kawasan pelabuhan," ujarnya.
Selain itu, Kholid menerangkan bahwa patroli juga diperluas ke kawasan permukiman sekitar kawasan pelabuhan sebagai bentuk penguatan pengamanan wilayah penyangga.
Dia mengungkapkan Pelabuhan Lembar merupakan salah satu akses vital transportasi laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan berbagai daerah di Indonesia.
"Tingginya mobilitas penumpang dan distribusi barang menjadikan kawasan ini sebagai titik strategis yang memerlukan pengawasan ekstra," ujarnya.
Menurut dia, melalui patroli rutin dengan dukungan anjing pelacak dari detasemen K-9, Polda NTB berharap potensi ancaman keamanan dapat dicegah sejak dini sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.
Baca juga: Satgas Preventif Polri kerahkan anjing pelacak di Terminal Pulo Gebang
Baca juga: ITDC kerahkan anjing pelacak perkuat standar keamanan di Bali
Baca juga: Satgas Preventif Polri kerahkan anjing pelacak amankan libur Lebaran
Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































