Pangkalpinang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung kembali menetapkan dua tersangka baru kasus kecelakaan pertambangan biji timah di Desa Pemali, Kabupaten Bangka, pada 2 Februari 2026, yang mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia.
Dua tersangka tersebut adalah HT (39) sebagai Direktur Utama CV Tiga Saudara dan MN (62) sebagai Penanggung Jawab Operasi (PJO) CV Tiga Saudara.
"Penetapan dua tersangka ini merupakan pengembangan kasus kecelakaan tambang timah di Bangka pada awal Februari tahun ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kepulauan Bangka Belitung Komisaris Besar Polisi Agus Sugiyarso di Pangkalpinang, Sabtu.
Ia mengatakan penetapan tersangka dilakukan pada Jumat (20/2) setelah penyidik memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait. "Kedua tersangka kini telah ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Babel untuk kepentingan penyidikan," ujarnya.
Agus menambahkan penetapan tersangka baru ini merupakan bagian dari pengembangan perkara guna mengungkap secara menyeluruh insiden kecelakaan tambang timah yang menyita perhatian publik tersebut.
"Langkah ini merupakan komitmen Kapolda Babel Irjen Polisi Viktor T. Sihombing untuk menuntaskan kasus secara profesional dan transparan," katanya.
Sebelumnya, Polda Babel telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus kecelakaan tambang dan dugaan penambangan timah ilegal di Desa Pemali, Kabupaten Bangka. Penetapan tiga tersangka itu dilakukan setelah penyidik memeriksa 16 orang saksi dan melakukan serangkaian penyidikan.
Pada insiden tersebut, terdapat dua peristiwa yang dipisahkan dalam proses hukum, yakni aktivitas penambangan yang mengakibatkan tujuh pekerja meninggal dunia dan aktivitas penambangan timah ilegal di lokasi berdekatan.
Dalam proses penyidikan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit ekskavator, dua alat berat yang diduga masih tertimbun, peralatan tambang, 275 kilogram pasir timah, serta sejumlah dokumen terkait.
Baca juga: BPBD Bangka: Enam orang pekerja tambang timah ditemukan meninggal
Baca juga: Tim SAR berhasil temukan jasad terakhir korban tambang bijih timah
Baca juga: Kementerian ESDM kirim tim untuk cek longsor tambang timah di Babel
Pewarta: Aprionis
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































