Pohon berjuta, Nusantara bernapas merdeka

3 hours ago 2
Kemerdekaan juga berarti memiliki ruang untuk merawat alam, menjaga warisan, dan memastikan anak cucu kelak masih dapat melihat hutan yang hijau, menghirup udara bersih, dan menikmati air yang jernih.

Samarinda (ANTARA) - Sabtu, 15 Agustus 2026, menjelang Peringatan HUT ke-81 RI, suasana hangat terasa di Ruang Terbuka Hijau Kolam Retensi DAS Sanggai, KIPP Ibu Kota Nusantara. Lebih dari 2.000 orang berkumpul di tanah calon jantung ibu kota baru ini untuk melakukan aksi nyata pemulihan lingkungan.

Melalui kegiatan bertajuk "Merdeka Bersama Alam", seluruh peserta menanam pohon sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian terhadap bumi Nusantara.

Aksi ini menyatukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat negara, anggota Pramuka, pelajar, pedagang, masyarakat adat, pelaku usaha, hingga tenaga medis. Mereka bahu-membahu menanam pohon untuk membangun masa depan IKN yang hijau dan lestari.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa penanaman pohon di Nusantara bukan sekadar agenda seremonial hari besar, melainkan kebiasaan dan gaya hidup untuk mencintai negeri.

Aksi pertengahan Agustus 2026 ini berhasil menanam 1.708 pohon dari 19 spesies, yang langsung mencatatkan rekor MURI sebagai penanaman bibit pohon terbanyak di kawasan taman kota.

Pencapaian ini melengkapi komitmen pemulihan lingkungan yang berjalan sejak 2022. Hingga Agustus 2026, Otorita IKN bersama berbagai pihak telah menanam lebih dari 5 juta pohon di lahan seluas 8.947,55 hektare.

Penanaman rutin digelar setiap dua minggu dengan rata-rata 800–900 pohon per kegiatan, di luar penanaman mandiri oleh para pengunjung. Ini membuktikan bahwa penghijauan IKN telah bertransformasi menjadi gerakan massal masyarakat.

Setiap bibit yang ditanam dipilih dengan cermat, bukan sekadar tanaman untuk memenuhi lahan. Sebagian besar merupakan pohon kayu khas Kalimantan, seperti ulin yang tahan lapuk, meranti yang menjulang, bengkirai yang kokoh, gaharu yang harum, balangeran yang tangguh di tepian air, serta keruing yang menjadi bagian penting dari hutan hujan tropis.

Pohon-pohon ini merupakan tumbuhan asli Kalimantan yang telah lama menjadi bagian dari ekosistem hutan. Kini, mereka ditanam kembali untuk membantu memulihkan struktur hutan yang sempat terganggu.

Jenis pohon buah juga ditanam, antara lain rambutan, kesturi, mata kucing, dan langsat. Selain memberi keteduhan, pohon-pohon tersebut diharapkan menjadi sumber pakan bagi satwa liar yang perlahan mulai kembali ke kawasan ini.

Baca juga: Otorita tanam lima juta pohon restorasi kawasan IKN

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |