Haikou (ANTARA) - Di paviliun Suriah dalam Pameran Produk Konsumen Internasional China (China International Consumer Products Expo/CICPE) keenam, Dong Jingyan, seorang perwakilan peserta pameran, mengangkat sebatang sabun tradisional Arab beraroma alami, dan wanginya yang memikat dengan cepat menarik kerumunan pengunjung di sekitarnya.
"Ini adalah kelima kalinya kami mengikuti pameran ini. Paviliun kami menghadirkan produk dari 20 perusahaan Suriah, menampilkan beberapa penawaran paling representatif dari negara tersebut di berbagai kategori," kata Dong.
CICPE keenam berakhir pada Sabtu (18/4) di Provinsi Hainan, China selatan, menarik lebih dari 3.400 merek lebih dari 60 negara dan kawasan.
Para peserta pameran dari negara-negara Arab seperti Suriah dan Oman memamerkan kosmetik khas, kerajinan tangan warisan budaya takbenda, serta makanan tradisional, mencari peluang baru di pasar konsumen China yang terus berkembang.
Dong, yang telah berkecimpung dalam perdagangan China-Arab selama satu dekade, mengatakan dirinya telah lama berkomitmen untuk memperkenalkan produk-produk Suriah kepada konsumen China.
"Dulu, banyak produsen Suriah memandang China sebagai pasar yang terlalu jauh dan terlalu kompetitif, sehingga lebih berfokus pada pasar Timur Tengah dan Eropa," ujarnya.
Namun, setelah lima tahun berturut-turut mengikuti CICPE, produk-produk Suriah semakin memperoleh pijakan di China. Jumlah perusahaan yang berpartisipasi terus meningkat, penawaran produk semakin beragam, dan kepercayaan di kalangan produsen pun semakin menguat, kata Dong.
Mulai dari sabun tradisional tanpa bahan aditif dan teh mawar hingga lukisan batu yang dibuat dengan detail rumit serta kopi beraroma kapulaga, Dong mengatakan produk-produk Suriah selaras dengan posisi pameran tersebut sebagai ajang untuk memamerkan barang-barang premium.
"Produk-produk yang bercirikan bahan-bahan alami, pengerjaan tangan yang terampil, dan daya tarik khusus terbukti sangat populer di kalangan konsumen China," imbuhnya.
Muhannad Shakally, seorang staf di paviliun Suriah, menyatakan bahwa para peserta pameran juga telah melakukan penyesuaian yang terarah untuk memenuhi kebutuhan konsumen China dengan lebih baik.
Hal ini mencakup penyempurnaan formulasi produk perawatan kulit serta pengembangan lini produk kelas atas yang dibuat khusus. Sejumlah platform perdagangan elektronik (e-commerce) China juga telah meluncurkan bagian khusus daring untuk produk-produk Suriah, kata Shakally.
Mengikuti tren penjualan daring yang sedang marak ini, paviliun Suriah telah memperluas secara signifikan saluran penjualannya.
"Beberapa produk kami yang bersifat khusus dan kelas atas telah menjadi produk terlaris di China," ujar Shakally, seraya menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan Suriah juga optimistis terhadap kebijakan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan, yang diharapkan dapat mengurangi secara signifikan biaya masuk ke pasar China.
"Ini akan menjadi gerbang penting bagi kami," katanya.
Paviliun Oman, yang untuk pertama kalinya berpartisipasi di bawah bendera nasional dalam ajang CICPE, juga semakin populer selama pameran berlangsung.
Ada, selaku kepala paviliun dengan pengalaman 18 tahun di industri kecantikan, sibuk memperkenalkan minyak esensial kemenyan kepada para pelanggan yang penasaran.
"Ini adalah kemenyan hijau dari Dhofar, Oman. Kemenyan ini tumbuh di tebing dan diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, sehingga menjadi minyak esensial yang sangat bernilai," katanya.
Seiring meningkatnya tingkat pembelian ulang produk-produk perawatan kulit bebas bahan kimia di China, dia mengatakan banyak pembeli mengutarakan minat untuk menjalin kemitraan keagenan selama pameran berlangsung.
"Pameran ini membantu produk Arab benar-benar terhubung dengan konsumen China," kata Ada. "Kami yakin akan berkembang di pasar premium China. Ke depannya, kami berencana mendirikan gudang dan toko ritel di sini, serta membawa lebih banyak produk Oman untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang di China."
China secara aktif meningkatkan pasar konsumennya untuk membuka potensi ekonomi lebih lanjut bagi negaranya sendiri dan para mitra global. Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) negara tersebut, yang dirilis pada Maret tahun ini, menyerukan peningkatan kualitas produk serta pemenuhan kebutuhan konsumen yang semakin beragam dengan lebih baik lagi.
Seiring China terus memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara Arab, platform-platform seperti CICPE telah menyediakan saluran penting bagi produk-produk khas Arab untuk memasuki pasar China.
Banyak peserta pameran dari negara-negara Arab menyatakan optimisme terhadap sektor konsumen kelas atas di China dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk hadir dalam jangka panjang di pasar tersebut.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































