Banda Aceh (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) melalui program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) tetap memproduksi dan mendistribusikan air bersih selama bulan Ramadan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
"PMI terus melakukan produksi dan distribusi air bersih untuk masyarakat terdampak banjir bandang," kata Koordinator WASH PMI Aceh Tamiang, Muslim M Aji dalam keterangannya, di Banda Aceh, Senin.
Hingga saat ini, PMI telah memproduksi sebanyak 120 ribu liter air bersih yang disalurkan untuk masyarakat di 12 kecamatan terdampak di Aceh Tamiang, dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Dirinya menyampaikan, kebutuhan air bersih di wilayah terdampak masih sangat tinggi akibat terbatasnya akses air layak konsumsi pascabanjir.
Karena, banyak sumur warga yang tercemar lumpur dan limbah, sehingga masyarakat sangat bergantung pada suplai air bersih dari PMI dan lainnya.
Baca juga: TNI perbaiki sekolah pulihkan pendidikan pascabencana di Aceh Tamiang
Ia menjelaskan, air bersih PMI diproduksi menggunakan instalasi pengolahan air (water treatment plant) milik PMI yang ditempatkan di titik strategis.
Setelah melalui proses penyaringan dan sterilisasi, air kemudian didistribusikan menggunakan mobil tangki ke titik-titik pengungsian dan permukiman warga.
Muslim menegaskan, pelayanan kemanusiaan tetap menjadi prioritas meski di bulan suci Ramadhan. Mengingat kebutuhan air bersih masyarakat pascabanjir masih sangat tinggi.
"Kami memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan seperti hari biasa agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Baca juga: Sekolah terdampak bencana maksimalkan kegiatan keagamaan saat Ramadhan
Ia menambahkan, saat ini PMI masih terus melakukan asesmen kebutuhan di lapangan guna memastikan pendistribusian air bersih tepat sasaran.
Dalam kesempatan ini, PMI mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih secara bijak selama masa pemulihan pascabencana.
“Kami bersama relawan terus memantau kondisi di 12 kecamatan terdampak. Selama kebutuhan masih ada, PMI hadir memberikan layanan air bersih bagi masyarakat,” demikian Muslim M Aji.
Baca juga: BNPB intensifkan pembersihan lahan pertanian Aceh dari kayu dan lumpur
Baca juga: Mengetuk pintu dari rumah ke rumah sambil menunggu Huntara
Baca juga: PMI Sumut bangkitkan semangat belajar siswa di Tapanuli Tengah
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































