Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia Jakarta Selatan (PMI Jaksel) menganggarkan Rp16 juta per unit Hunian Tetap (Huntap) atau "Rumah Tumbuh" bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
"Anggaran sebesar Rp16 juta per unit dialokasikan untuk pembangunan struktur dasar bangunan agar rumah dapat segera ditempati secara aman," kata Ketua PMI Kota Jakarta Selatan Mundari dalam peresmian pembangunan hunian Rumah Tumbuh di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu.
Mundari mengatakan proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh relawan PMI dari Pos Lapangan PMI Provinsi Sumatera Barat dan PMI Kota Bukittinggi yang memiliki kapasitas teknis, dengan pendampingan dari PMI Kota Jakarta Selatan.
Dukungan swadaya masyarakat serta keterlibatan aktif calon penerima manfaat sejak tahap pembangunan hingga proses akhir (finishing) turut memperkuat semangat kebersamaan dalam program ini.
Baca juga: Kementerian PU percepat pembangunan huntara di Tapanuli Selatan
Kemudian, PMI Kota Jakarta Selatan menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kepercayaan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, khususnya PERBANAS, PT Duta Elok Persada, Asosiasi Konsultan Pialang Asuransi, Mitrasraya, serta para donatur lainnya yang telah berkontribusi.
“Berkat kolaborasi ini, harapan para penyintas untuk kembali memiliki hunian yang layak akhirnya dapat terwujud,” ucapnya.
Melalui kolaborasi lintas daerah, dukungan para donatur, serta sinergi dengan dunia usaha, PMI berharap program Rumah Tumbuh ini dapat menjadi awal kebangkitan bagi para penyintas dalam menata kembali kehidupan mereka secara lebih aman, nyaman dan bermartabat.
Sementara, Wakil Ketua PMI Provinsi Sumatera Barat, H. Aim Zein didampingi Ketua Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik Hidayatul Irwan menyampaikan bahwa dukungan PMI tidak berhenti pada pembangunan hunian.
Baca juga: BNPB: huntara di Sumbar awal hidup baru bagi warga terdampak bencana
Ke depan, PMI juga berencana memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, seperti pengadaan lemari dan perlengkapan rumah tangga lainnya guna menunjang kenyamanan mereka.
“Kami bekerja secara berkelanjutan dan akan terus mendampingi warga, khususnya para korban," ucapnya.
Untuk menyempurnakan hunian agar lebih nyaman dan layak huni, lanjut dia, masih dibutuhkan dukungan tambahan berupa perlengkapan rumah tangga serta penyempurnaan bangunan.
Maka itu, PMI Provinsi Sumatera Barat akan menggandeng sejumlah perusahaan melalui program tanggungjawab sosial (corporate social responsibility/CSR) untuk mendukung pengadaan lemari beserta perlengkapan bagi para penerima manfaat.
Baca juga: Pemerintah kebut bangun huntap di Tapanuli Utara dan Selatan
Langkah ini diharapkan dapat melengkapi hunian yang telah dibangun agar lebih fungsional dan layak huni.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan meresmikan pembangunan hunian Rumah Tumbuh bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (10/2).
Program Rumah Tumbuh merupakan bentuk dukungan PMI dalam fase pemulihan dan rehabilitasi pasca bencana. Kehadiran hunian ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penyintas, khususnya menjelang Ramadhan.
Sebanyak 15 unit Rumah Tumbuh dibangun dan tersebar di tiga Jorong/Dusun di wilayah Nagari Malalak Timur, yakni 12 unit di Jorong Toboh, dua unit di Jorong Limo Badak dan satu unit di Jorong Pakan Subarang.
Baca juga: Satgas: 3.248 huntara di Aceh sudah rampung dari kebutuhan 16.294 unit
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































