PM Baru Inggris tolak gelar pemilu dini

2 days ago 2

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri baru Inggris Andy Burnham menegaskan tidak berencana menggelar pemilihan umum lebih awal di tengah desakan agar pemerintah memperoleh mandat baru dari pemilih.

Pernyataan itu disampaikan Burnham dalam wawancara dengan Manchester Evening News setelah resmi mengambil alih jabatan perdana menteri dari Keir Starmer pada Senin.

Sebelumnya, pemimpin Partai Reform UK Nigel Farage menyerukan agar Inggris menggelar pemilu.

Seruan itu muncul setelah Burnham berjanji akan melakukan "perubahan terbesar" dalam politik dan ekonomi Inggris dalam 40 tahun terakhir.

"Kita hidup dalam sistem demokrasi parlementer. Ada manifesto yang disusun pada 2024. Saya akan tetap berpegang pada manifesto tersebut," kata Burnham.

"Saya akan menjalankan versi saya sendiri, tetapi masih berada dalam kerangka manifesto itu. Saya hanya berpikir bahwa saat ini kita perlu fokus membuat negara ini berjalan dengan baik," kata Burnham lagi ketika ditanya apakah ia berniat menggelar pemilu dini.

Burnham menilai penyelenggaraan pemilu justru akan menunda pekerjaan penting yang harus segera dilakukan pemerintah.

Meski demikian, sebagian kalangan di Inggris menilai Burnham seharusnya menggelar pemilu baru. Mereka beralasan masyarakat memberikan suara pada Pemilu 2024 untuk partai yang saat itu dipimpin oleh pemimpin berbeda.

Survei yang dilakukan Survation untuk Daily Mail menunjukkan 51 persen responden mendukung penyelenggaraan pemilu baru.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Burnham fokus pada biaya hidup masyarakat, batalkan program ID digital

Baca juga: PM Inggris pangkas pajak pub dan tempat konser hingga 20 persen

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |