Manado (ANTARA) - Gempa tektonik yang terjadi Kamis pagi menyebabkan plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, Kecamatan Tombulu, Provinsi Sulawesi Utara runtuh.
"Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan Gereja Paroki Bunda hati Kudus Yesus Desa Rumengkor Guido Merung dihubungi di Manado, Kamis.
Material plafon yang runtuh tersebut, kata dia, sudah ditangani dan dipastikan tidak akan mengganggu ibadah Kamis Putih, sebagai rangkaian perayaan Tri Hari Suci Paskah bagi umat Kristiani.
"Jadi hanya gipsum plafon yang jatuh, sementara rangkanya masih utuh. Tapi sudah dibersihkan," ujar dia.
Baca juga: Gempa magnitudo 7,6 sangat terasa di Manado
Plafon yang runtuh tersebut berada di bagian tengah, tepat di bawahnya berada bangku-bangku kayu panjang yang biasanya ditempati umat saat beribadah.
"Plafon yang ada di atas altar masih utuh," katanya.
Ia memastikan runtuhnya plafon gereja tidak akan mengganggu jalannya ibadah Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah.
"Kami memperkirakan gereja ini bisa menampung sebanyak 800 umat yang beribadah. Karena itu, kami tetap berharap umat berhati-hati dan terus memantau informasi terpercaya dari BMKG," kata dia.
Pada Kamis, pukul 05.48.14 WIB wilayah barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara diguncang gempa tektonik.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo 7,6, sedangkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25 derajat lintang utara (LU), 126,27 derajat bujur timur (BT) atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara di kedalaman 33 kilometer.
Baca juga: BMKG: Potensi tsunami pascagempa Malut-Sulut berakhir, laut stabil
Baca juga: Satu warga meninggal dan satu patah kaki akibat gempa Ternate-Bitung
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































