PHRI Bali: Ribuan wisman Australia batal datang akibat banjir

2 weeks ago 5

Denpasar (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali menyebut ribuan calon wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia batal berkunjung ke Bali akibat banjir.

“Belum kami hitung kerugian yang sebenarnya, tapi yang jelas ada kerugian karena banjir, dampaknya ada ribuan yang batal dari Australia,” kata Wakil Ketua PHRI Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

Rai di Denpasar, Sabtu, menyampaikan tak ingat pasti jumlah pembatalan, namun dipastikan lebih dari seribu wisman, laporan ini masuk dari anggota PHRI khususnya di Kabupaten Badung.

“Ini di Badung saja yang paling banyak karena sentralnya, yang batal sementara Australia saja mudah-mudahan tidak ada yang lain, kami takutnya ada travel warning dari negara tersebut itu yang kami khawatirkan,” ujarnya.

Diketahui cuaca ekstrem hujan angin hampir sepekan menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan di Bali, dimana kondisi terparah terjadi di Denpasar dan Badung yang merupakan pusat menginapnya wisatawan mancanegara.

Dari laporan anggota PHRI Bali, di Badung Selatan saja saat puncak musim hujan kemarin terjadi banjir di lima titik daerah Legian sampai Kuta, kawasan pusat akomodasi yang ditempati wisman.

“Itu yang menyebabkan banyak pertanyaan-pertanyaan dari luar negeri yang masuk ke kami, menanyakan apa yang terjadi, sampai ada yang dievakuasi, itu yang bahaya,” ucap Rai.

Isu banjir tersebut ternyata sampai ke negara-negara calon wisman, sehingga mereka memutuskan membatalkan kunjungan dan akhirnya merugikan Bali.

“Itu yang terjadi dan sangat merugikan, kita kehilangan potensi pendapatan baik dari pihak pengusaha, pihak hotel ada pesanan-pesanan yang batal, dan juga pemasukan kepada pemerintah berupa pajak kan hilang jadinya,” kata Rai.

Untuk itu menurut PHRI Bali butuh solusi konkret menyelesaikan persoalan banjir ini, apalagi Bali dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, tidak semestinya ketika musim hujan terjadi banjir luar biasa.

Asosiasi pelaku usaha pariwisata itu menyadari pembangunan fasilitas pariwisata yang masif hingga memakan ruang hijau ikut menjadi penyebab air mudah meluap ketika intensitas hujan tinggi.

Namun, menurut Rai yang juga Ketua PHRI Badung itu normalisasi sungai bisa menjadi opsi untuk mencegah banjir.

Jika berharap wisman pindah wilayah ke Bali Utara, Timur, maupun Barat ketika banjir terjadi di Selatan menurut dia tidak mudah, yang ditakutkan justru wisman memutuskan pindah dari Bali alih-alih membuat mereka merata ke kabupaten lain.

Saat ini sendiri okupansi hotel di Bali tergolong rendah yaitu di angka 60 persen keterisian, selain karena faktor banjir dan isu lain menurutnya juga karena bulan ini belum menjadi musim kunjungan.

Baca juga: BPS catat total wisman ke Bali sepanjang 2025 capai 6,95 juta

Baca juga: PAD Pemda di Bali tumbuh 7,87 persen selama 2025

Baca juga: Gubernur Bali tata lima pembangunan pariwisata dongkrak daya saing

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |