Cianjur (ANTARA) - Petugas gabungan Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama masyarakat di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun berupaya membuka kembali jalan penghubung antar desa yang tertimbun longsor pada Jumat-Sabtu (27-28/3) agar aktivitas warga kembali berjalan.
Camat Cidaun Gagan Rusganda saat dihubungi, Minggu, mengatakan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur selama dua hari terakhir mengakibatkan bencana alam longsor terjadi di 17 titik di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, dimana sebagian besar menutup jalan penghubung antar desa dan sawah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Jumat dan Sabtu itu, namun jalan utama penghubung antar desa dengan total panjang 750 meter di 14 titik terputus akibat tertimbun longsor sehingga tidak dapat dilalui kendaraan membuat aktivitas warga dari sejumlah desa terhambat.
"Longsor di belasan titik terjadi di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, menutup landasan jalan dan area persawahan warga sedangkan di desa lain masih dalam pendataan karena jarak tempuh yang sulit dilalui kendaraan membutuhkan waktu yang cukup lama," katanya.
Baca juga: Dua orang luka akibat jalan menuju Air Terjun Madakaripura longsor
Dia menjelaskan, penanganan dilakukan dengan alat seadanya karena akses di belasan titik longsor sulit dilalui kendaraan besar pengangkut alat berat, sehingga warga dari sejumlah kampung bergotong-royong membuka kembali akses yang terputus.
Masyarakat bersama petugas gabungan terdiri dari aparat kecamatan, desa, TNI/Polri, dan relawan, berupaya menyingkirkan material longsor yang menutup landasan jalan dengan harapan dapat dilalui kendaraan agar aktifitas kembali normal.
Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke Pemkab Cianjur, melalui BPBD Cianjur dengan harapan penanganan cepat dapat dilakukan terutama di jalan penghubung antar desa yang terputus agar dapat dilalui kendaraan.
Termasuk melaporkan kerusakan jalan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, agar dapat dilakukan perbaikan dan penanganan secara tuntas, sehingga saat terjadi longsor susulan tidak menutup landasan jalan.
Bahkan hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan sambil menunggu petugas dari BPBD Cianjur, dimana data sementara bencana alam akibat cuaca ekstrem membuat jalan penghubung antar desa terputus dan sekitar 8 hektare sawah tertimbun longsor.
"Kami meminta warga di wilayah tersebut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, serta jeli membaca tanda alam segera mengungsi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi kembali turun," katanya.
Baca juga: BPBD catat 25 titik longsor di Majalengka usai Lebaran
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































