Pertamina investigasi mangrove mati di Benoa, Bali

1 day ago 2

Denpasar, Bali (ANTARA) -

PT Pertamina Patra Niaga menginvestigasi penyebab ratusan pohon mangrove mati mendadak di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Benoa, Denpasar, Bali.

"Kami dalam proses investigasi lebih lanjut operasional terkait termasuk pengecekan ekosistem terdampak," kata Manajer Komunikasi, Relasi dan CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Sabtu.

Ia menjelaskan investigasi itu untuk memastikan penyebab matinya pohon mangrove secara mendadak yang berada di dekat Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Sanggaran, Denpasar.

Berdasarkan hasil pengecekan visual sementara oleh tim dari terminal BBM dan Polairud, lanjut dia, tidak ditemukan adanya lapisan minyak ataupun bau menyengat dari BBM.

Meski begitu, sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melaksanakan pengecekan kronologis kegiatan operasional terkait selama beberapa bulan terakhir, terutama terkait pekerjaan pipanisasi di sekitar area Benoa.

Pihaknya memperkirakan tanaman mangrove dalam kondisi mengering itu seluas sekitar 60 are atau setara 6.000 meter persegi, tepatnya di bagian barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan.

Selanjutnya, Ahad juga menambahkan pihaknya akan melaksanakan percepatan pemulihan kawasan mangrove.

Dalam proses itu, imbuh dia, akan saling membantu dengan perusahaan terkait lainnya yang memiliki operasional di kawasan Benoa sesuai arahan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Provinsi Bali.

Sebelumnya, beredar video di media sosial terkait ratusan pohon bakau yang mati mengering, yang salah satunya diungkapkan Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta melalui akun media sosialnya saat meninjau lokasi terdampak dan mendapat respons ribuan warganet pada Sabtu (21/2/2026).

Dalam unggahan wakil rakyat asal Desa Guwang, Kabupaten Gianyar, Bali, itu meminta para pihak terkait untuk memberikan penjelasan dan melaksanakan upaya penanganan segera.

Ia juga mempertanyakan informasi diduga adanya kebocoran pipa bahan bakar minyak di kawasan tersebut.

Baca juga: Merawat mangrove demi terjaganya ekosistem pantai di Bali

Baca juga: Pertamina siapkan sanksi berat agen BBM timbun solar subsidi di Bali

Baca juga: Pertamina jatuhkan sanksi SPBU curang di Mengwi Bali

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |