Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara (Jakut) menggelar kegiatan panen raya di 117 lokasi yang tersebar di enam kecamatan di daerah setempat sebagai upaya mendukung kemandirian pangan melalui pertanian perkotaan atau urban farming.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan urban farming untuk mendukung kemandirian pangan di wilayah Jakarta,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Utara Fida Hendra di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan total hasil panen raya tersebut mencapai 703 kilogram, yang terdiri dari 570 kilogram sayuran, 60 kilogram buah, serta 73 kilogram hasil perikanan, di antaranya ikan lele dan nila.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui urban farming,” ujar Fida.
Menurut dia, hasil kegiatan panen raya yang salah satunya berlokasi di Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya Berseri meliputi edamame, cabai, pakcoy, caisim pagoda, rosela, dan ubi ungu.
Fida menyebutkan wilayah itu juga menjadi lokasi percontohan penanaman edamame yang telah dimulai sejak Januari 2026.
Baca juga: DKI gencarkan pertanian perkotaan lewat panen raya di 807 titik
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono mengatakan kegiatan panen raya kali ini mengusung tema “Panen Raya Mewujudkan Pangan Mandiri Jakarta”.
Dia menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan di perkotaan.
Endang menilai panen raya itu bukan sekadar memanen hasil tanaman, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dari lingkungan sendiri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menuturkan saat ini, sekitar 98 persen kebutuhan pangan Jakarta masih berasal dari luar daerah.
Oleh karena itu, kegiatan panen raya dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan produksi pangan lokal.
Kegiatan panen raya tersebut, kata Hasudungan, melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur, antara lain kader PKK, kelompok tani, komunitas urban farming, serta masyarakat.
Sebagian hasil panen raya itu dijual kepada warga dan aparatur sipil negara (ASN), serta dinikmati bersama oleh para pengelola.
“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan semangat bertani di perkotaan terus berkembang sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, serta mendukung ketahanan pangan keluarga di Jakarta Utara,” ungkap Hasudungan.
Baca juga: DKI targetkan 5 persen kebutuhan pangan lewat urban farming pada 2030
Baca juga: Panen serentak momentum ciptakan ketahanan pangan di Jakut
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































