Peringati Hari Mangrove, KLH dan ANTAM menanam 5.000 bibit mangrove

1 week ago 18
Apabila mangrove dapat tumbuh dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama PT ANTAM (Persero) Tbk memperingati Hari Mangrove Sedunia dengan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove serta membagikan ribuan bibit lainnya kepada masyarakat dalam upaya mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Aksi tersebut juga sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 ANTAM serta rangkaian Gerak Hijau 2026 yang diselenggarakan di Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Minggu.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menilai penanaman ribuan bibit mangrove dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 menjadi semakin bermakna, karena bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO.

Menurut Diaz, apabila mangrove dapat tumbuh dengan baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang.

Ekosistem mangrove dinilai memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, menyerap karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Diaz menegaskan keberhasilan mewujudkan pembangunan berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah atau pun dunia usaha.

Menurut dia, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan sekaligus mewariskan bumi yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Ia menekankan upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah berperan melalui kebijakan, dunia usaha dengan menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, dan masyarakat melalui kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau tiga-tiganya berjalan bersama, saya yakin Indonesia akan jauh lebih hijau," katanya pula.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan bahwa pihaknya terus mempercepat upaya dekarbonisasi melalui berbagai program efisiensi energi dan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan. Hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Sebagai contoh sepanjang 2025, ANTAM berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 9,43 persen, jauh melampaui target yang ditetapkan. Capaian ini diperoleh melalui berbagai inisiatif, mulai dari optimalisasi penggunaan energi hingga pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

"Tahun ini, hingga pertengahan tahun, penurunan emisi juga telah melampaui target tahunan. Kami pun terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan melalui solar PV dan biosolar di berbagai wilayah operasi," katanya lagi.

Melalui penyelenggaraan Gerak Hijau 2026, lanjut Untung, pihaknya ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil.

"Hari ini kita melangkah bersama untuk hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan," ujarnya pula.

Gerak Hijau 2026 merupakan sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi nyata.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai perusahaan dan komunitas yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan, di antaranya Ballikin dan Rekosistem, yang menghadirkan berbagai solusi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

Baca juga: Patra Jasa tanam 1.000 bibit mangrove guna perkuat ketahanan pesisir

Baca juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, DKI tanam 21 ribu bibit mangrove

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |