Tangerang (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten mencatat jumlah pergerakan penumpang pesawat di bandara itu pada H-2 perayaan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai 159.814 orang.
Berdasarkan data harian, dari jumlah 159.814 orang penumpang tersebut terbagi dalam dua penerbangan diantaranya keberangkatan sebanyak 91.919 penumpang dan kedatangan 67.895 penumpang.
Assistant Deputy Communication & Legal PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan di Tangerang, Selasa mengatakan bahwa berdasarkan data lampiran harian untuk angkutan mudik Lebaran ini mengalami penurunan bila dibanding dengan harian sebelumnya yang menembus di angka 184.754 orang penumpang.
"Untuk pergerakan penumpang hari ini mencapai 159.814 orang, beda halnya dengan hari sebelumnya pada puncak arus mudik di Rabu (18/3) yang meningkat," katanya.
Baca juga: JNK catat kendaraan keluar GT Madiun capai 12.339 unit di H-2 Lebaran
Dia menjelaskan, dari total 159.814 pergerakan penumpang tersebut, tercatat jumlah perlintasan di Terminal 1 mencapai 42.286 orang. Sedangkan pergerakan pesawat sebanyak 290 penerbangan atau 25,74 persen.
Sementara di Terminal 2 khususnya di domestik tercatat 43.979 orang dengan 342 penerbangan. Untuk internasional sebanyak 16.072 orang dengan 110 penerbangan atau 9,77 persen.
Kemudian, jumlah pergerakan penumpang di Terminal 3 rute domestik sebanyak 28.871 orang dengan 214 penerbangan. Sedangkan untuk internasional tercatat 28.606 orang penumpang dengan 159 penerbangan atau 14,11 persen.
Menurutnya, pergerakan penumpang saat mengalami penurunan karena adanya perayaan Nyepi 2026 dengan tercatat sebanyak 1.127 pergerakan pesawat.
Baca juga: Kendaraan tinggalkan Jabotabek capai 1,48 juta unit per H-3 Lebaran
"Kegiatan penerbangan ini terbagi keberangkatan 559 penerbangan dan kedatangan 568 penerbangan," kata dia.
Dalam hal ini, InJourney Airports sebagai pengelola utama di 37 bandara penerbangan di Indonesia memprediksi pergerakan penumpang penerbangan periode mudik Lebaran tahun ini bisa mencapai 9 juta orang.
Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan, proyeksi peningkatan hingga 9 juta penumpang ini mengalami peningkatan hingga tiga persen dibanding dengan tahun lalu pada periode yang sama.
"Secara pergerakan penumpang itu kurang lebih tadi sembilan juta. Itu kurang lebih ada kenaikan sekitar dua sampai tiga persen," katanya.
Baca juga: KCIC sediakan 653.888 tiket Whoosh akomodasi mobilitas mudik Lebaran
Kendati demikian, untuk menyambut peningkatan pergerakan penumpang mudik Lebaran ini pihaknya tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung baik operasional dan pelayanan.
Selain itu, InJourney juga akan mengoperasikan Posko Lebaran mulai pada 13–29 Maret 2026. Seluruh bandara yang dikelola bakal beroperasi selama 24 jam penuh sebagai memenuhi layanan pada periode mudik ini.
Kemudian, pihaknya juga akan menyiagakan sekitar 16 ribu personel di berbagai bandara yang akan melayani penumpang mudik Lebaran untuk memastikan kelancaran secara optimal.
"Fasilitas ini sebenarnya tidak hanya untuk Angkutan Lebaran, karena kita ketahui bahwa di airport ini safety, security, and compliance itu sangat dominan, sehingga kita melihat dari sisi airside maupun landside seluruh fasilitas dipersiapkan dengan baik," paparnya.
Baca juga: Puncak arus mudik di Bandara Soetta tembus 184 ribu penumpang
Sementara, selama pergerakan arus mudik Lebaran tahun ini terdapat dua bandara terbesar yaitu Soekarno-Hatta itu CGK dan I Gusti Ngurah Rai (DPS) akan menjadi bandar udara tersibuk pada periode tersebut
Dimana, lanjutnya, berdasarkan data prediksi pergerakan penumpang di Bandara Soetta ada sekitar 179.000 ribu. Kemudian pada arus baliknya yang diprediksi terjadi tanggal 28 Maret terdapat 198.000 penumpang.
"Kalau untuk di Bali, hari Sabtu tanggal 14 Maret itu sekitar 67.000 penumpang dan nanti di tanggal 28 Maret sekitar 73.000 penumpang arus baliknya ," kata dia.
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































