Aceh Tengah (ANTARA) - Penyintas bencana di Kampung Toweren, Kabupaten Aceh Tengah menerima bantuan sembako menjelang Ramadhan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menggandeng Universitas Teuku Umar (UTU).
Pembagian sembako ini merupakan pembagian tahap kedua yang dilakukan oleh Kemendiktisaintek bersama UTU di daerah terdampak bencana.
Baca juga: Sebagian penyintas bencana Aceh kembali ke rumah untuk sambut Ramadhan
"Jadi, bagian pertama kami berikan beras dan minyak makan, dan di awal Ramadhan ini suasananya adalah meugeng, sehingga kami memberikan bantuan sembako untuk mempersiapkan Ramadhan," kata Dosen UTU, Irsadi Aristora saat ditemui pewarta di Aceh Tengah, Rabu.
Selain membagikan sembako, kata Irsadi, juga akan membagikan juga Al Quran kepada masyarakat dan anak-anak yang terdampak banjir.
Pembagian ini merupakan salah satu program menyambut Ramadhan dengan harapan warga dapat kembali beraktivitas menjalankan tadarus seperti tahun-tahun sebelumnya.
"Kami juga membagikan Al Quran agar nanti masyarakat tadarus malam dan mengaktifkan kembali kegiatan seperti Ramadhan sebelumnya," kata Irsadi.
Di Kecamatan Lut Tawar terdapat empat kampung, yakni Toweren Uken, Toweren Antara, Toweren Toa, dan Waq Toweren yang paling terdampak bencana Sumatera. Di empat titik ini terdapat 242 warga terdampak dengan 90 yang terdampak merupakan anak-anak dan balita.
Baca juga: Korban gempa Aceh terima daging "meugang"
Baca juga: Pemkab Aceh Tengah gelar safari Ramadhan di 14 kecamatan
Sebelumnya, Kemendiktisaintek melepas 10.000 mahasiswa pada akhir Januari lalu untuk mendukung pemulihan bencana Sumatera.
Program mahasiswa berdampak ini menekankan pada implementasi inovasi teknologi cepat guna yang berasal dari masing-masing perguruan tinggi yang terlibat.
Fokus kegiatan diarahkan ke sektor strategis, seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan kesehatan masyarakat.
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































