Pariaman (ANTARA) - Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman, Sumatera Barat Mulyadi mengatakan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-VI Tingkat Kecamatan Pariaman Timur pada 24 sampai 26 Juli 2026 tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan dan pembinaan generasi muda tetapi juga turut berdampak menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu.
"Inilah tugas pemerintah, bagaimana kegiatan-kegiatan keagamaan ini hidup, juga bisa menghidupkan ekonomi masyarakat kita," kata Mulyadi di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan penataan lokasi berjualan yang dilakukan panitia dan pemerintah kecamatan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan keramaian MTQ sebagai peluang ekonomi.
Aktivitas masyarakat yang berjualan selama pelaksanaan MTQ menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi apabila dikelola dan ditata secara baik, kata dia.
Peserta, pendamping, keluarga, serta masyarakat yang hadir menjadi pasar bagi pelaku usaha kecil untuk menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga kebutuhan lainnya dengan perputaran uang diperkirakan dari puluhan hingga ratusan juta.
Menurutnya kegiatan keagamaan semestinya tidak hanya dilihat dari sisi pelaksanaan perlombaan dan syiar Islam, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Jadi acara ini tidak hanya melulu kegiatan keagamaan, tetapi juga ada efek-efek ekonomi yang hidup dari kegiatan-kegiatan keagamaan ini," katanya.
Wawako mengatakan penyelenggaraan MTQ tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman untuk menghidupkan kembali kegiatan keagamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Ia menyampaikan MTQ yang sebelumnya sempat vakum selama beberapa tahun kini diselenggarakan kembali. Hal ini menunjukkan negara hadir dalam memfasilitasi kegiatan keagamaan dan membina generasi muda.
Setelah seluruh MTQ tingkat kecamatan selesai dilaksanakan, lanjutnya, Pemkot Pariaman akan melanjutkan kegiatan tersebut ke tingkat kota dengan mempertemukan para pemenang dari setiap kecamatan.
"Setelah MTQ di tingkat kecamatan selesai, kami juga akan menggelar MTQ tingkat Kota Pariaman, dimana para pemenang dari setiap kecamatan akan berlomba kembali untuk menjadi yang terbaik di tingkat Kota Pariaman," ujarnya.
Selain memberikan dampak ekonomi, Mulyadi berharap kembali aktifnya kegiatan keagamaan mulai dari Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), mushala, hingga masjid dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak dan generasi muda.
Ia meyakini kegiatan tersebut dapat membantu menekan potensi kenakalan remaja sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.
MTQ yang dilaksanakan di Pariaman Timur diikuti lebih dari 300 kafilah yang berasal dari 16 desa yang ada di kecamatan tersebut.
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































