PKP: Akad Massal Rumah Subsidi wujud kolaborasi ekosistem perumahan

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan Akad Massal Rumah Subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah merupakan wujud kolaborasi ekosistem perumahan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem perumahan nasional.

“Terima kasih kepada seluruh ekosistem perumahan yang terus bekerja sama mendukung berbagai program pemerintah sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Dari BP Tapera juga sudah disiapkan data penerima secara lengkap, by name by address, sehingga pelaksanaannya benar-benar siap,” kata Ara dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Dia juga mengapresiasi kinerja BP Tapera yang terus menunjukkan peningkatan dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada tahun 2025, penyaluran FLPP mencapai 278.868 unit rumah, menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan program tersebut.

Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan para pengembang dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara itu Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa pelaksanaan akad massal di Batang merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Cileungsi pada September 2025 dengan 26.000 unit rumah subsidi dan di Serang pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit rumah subsidi.

“Momentum ini menjadi penyelenggaraan akad massal FLPP yang ketiga. Kami berharap pelaksanaan di Batang dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat komitmen bersama dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi,” ujar Heru.

Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengungkapkan rencana Akad Massal KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan KPR rumah subsidi bersifat inklusif dengan menjangkau sampai pedesaan.

Akad massal ini kembali diselenggarakan dengan skala yang lebih besar dengan tema yang baru, yaitu akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan sebesar Rp880 miliar.

Baca juga: Menteri PKP godok UU Perumahan demi atasi "backlog" nasional

Baca juga: Menteri PKP: Rapermen Bedah Rumah untuk mudahkan pelaksanaan program

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |