Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal China, BYD tengah mengalami masa sulit karena penurunan penjualan yang terjadi selama delapan bulan berturut-turut, menurut laporan yang diterbitkan CarnewsChina, Jumat waktu setempat.
Penjualan April, BYD hanya berhasil mendistribusikan sebanyak 314.100 unit kendaraan turun 15,7 persen. Jika dikaitkan dengan penjualan yang terjadi di Maret, penjualan BYD meningkat 6,2 persen.
Penurunan penjualan BYD sudah terjadi sejak bulan September yang lalu. Meski demikian, pengiriman kendaraan ke luar China justru mencetak rekor.
Baca juga: BYD Yangwang U9 Xtreme terjual dengan harga sekitar Rp47 miliar
Pada April 2026 saja, ekspor BYD melonjak hingga 70,9 persen (134.000+ unit), menopang total angka penjualan global agar tidak jatuh lebih dalam.
Penurunan di pasar domestik dari BYD ini memiliki banyak faktor, mulai dari masa libur yang panjang terkait perayaan imlek hingga terkait masalah pemotongan insentif untuk kendaraan listrik di China.
Dari Januari hingga April, BYD menjual 1.003.039 kendaraan penumpang, turun 26,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, penjualan di luar negeri mencapai 455.707 unit, naik 59,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: BYD luncurkan FCB Ti7 Flash Charging Edition dengan jarak 755 km
BYD menargetkan penjualan 1,5 juta kendaraan di luar negeri pada tahun 2026. Secara total, BYD menjual 321.123 kendaraan pada bulan April, yang meliputi kendaraan komersial dan bus.
Sementara anak perusahaan dari BYD seperti Fang Cheng Bao, yang fokus ke ranah off-road justru mengalami pertumbuhan 190,2 persen atau berhasil menjual sebanyak 29.138 unit pada bulan April.
Selain itu ada juga jenama premium Denza yang mengalami penurunan hingga 26,9 persen atau hanya berhasil menjual sekitar 11.250 unit, sementara merek kelas atas Yangwang tumbuh 95,6 persen karena berhasil menjual sebanyak 264 unit.
Baca juga: BYD naikkan harga fitur ADAS karena biaya chip memori melonjak
Baca juga: BYD perkenalkan Sealion 08 dengan jarak tempuh 900 km
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026


















































