Kabupaten Agam (ANTARA) - Sejumlah warga yang menempati hunian sementara (huntara) di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai membersihkan pekarangan dan bergotong royong menjelang bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah.
"Tadi awalnya kami gotong royong dulu di mushalla, selepas itu saya melanjutkan pembersihan pekarangan huntara karena sebentar lagi kita akan puasa," kata salah seorang penghuni huntara Danantara, Suharmi (70) di Kabupaten Agam, Selasa.
Lansia yang kini menempati huntara bersama dua anaknya tersebut mengaku bergotong royong dan membersihkan pekarangan rumah sudah menjadi kebiasaan warga di selingkaran Danau Maninjau untuk menyambut Ramadhan.
Baca juga: Warga Lhok Pungki menanti tuntasnya huntara pada Ramadhan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini Suharmi bersama puluhan kepala keluarga lainnya bergotong royong atau membersihkan pekarangan di huntara menyusul banjir bandang (galodo) yang meratakan rumah-rumah warga di akhir 2025.
Penghuni huntara Danantara bergotong royong menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Agam, Selasa, (17/2/2026). ANTARA/Muhammad ZulfikarMeskipun hanya harus menjalani Ramadhan di huntara, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa syukur lansia tersebut dalam menyambut suka cita datangnya bulan puasa.
Senada dengan itu, penghuni huntara Danantara lainnya, Ida Fitri (24) mengatakan menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah ia bersama kerabat perempuannya juga melakukan kegiatan serupa yakni menimbun jalan masuk ke huntara yang becek.
"Saya bersama saudara menimbun beberapa jalan yang becek karena kemarin itu sempat hujan deras," ujar dia.
Ida bersama penghuni huntara lainnya mulai menempati huntara Danantara pada Sabtu (14/2/2026). Kemudian, untuk menjalankan berbagai ibadah selama puasa termasuk salat tarawih, warga huntara akan melaksanakannya di musala terdekat yang berjarak sekitar 300 meter dari huntara.
Baca juga: Jelang Ramadhan, TNI perbaiki masjid di Tapanuli Selatan
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































