Jakarta (ANTARA) - Perusahaan ban asal Korea Selatan Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), mengimbau pengguna kendaraan listrik agar lebih cermat dalam memilih ban guna memastikan performa tetap optimal, terutama saat melintasi jalan licin di musim hujan.
Mobil listrik diketahui memiliki bobot yang relatif lebih berat dibandingkan kendaraan konvensional. Karena itu, pengendara EV perlu mengantisipasi risiko aquaplaning atau kondisi berbahaya ketika ban kehilangan kontak langsung dengan permukaan jalan akibat lapisan air, dengan memastikan kondisi ban selalu prima.
Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto dalam keterangannya diterima di Jakarta pada Minggu (1/3), menjelaskan bahwa faktor cuaca serta kesiapan kendaraan menjadi aspek krusial yang perlu mendapat perhatian lebih.
Baca juga: Kurangi tekanan ban pada saat musim hujan akan menambah bahaya
Baca juga: Hankook perkuat jaringan distributor, optimalkan peluang pasar 2026
Berdasarkan data Korlantas Polri pada 2025, tercatat 3.715 kecelakaan terjadi dalam kondisi hujan atau setara 2,4 persen dari total kejadian.
"Kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen," kata Edo.
Berdasarkan data itu, Edo menambahkan, rata-rata terdapat sekitar 10 kasus kecelakaan lalu lintas per hari ketika cuaca sedang hujan.
Senada dengan Edo, Sekretaris Jenderal Jarak Aman Harso Kurniawan menjelaskan risiko aquaplaning bisa dicegah dengan mengurangi kecepatan saat hujan serta memastikan ban dalam kondisi baik.
"Untuk mengurangi risiko aquaplaning, intinya kondisi ban jangan sampai ‘botak’ biar ada jalur air. Kondisi ban yang baik juga turut meningkatkan kemampuan pengereman kendaraan. Selain itu penting untuk memperhatikan jarak aman dan laju kecepatan ketika berkendara saat musim hujan,” ujar Harso.
Menjawab kebutuhan tersebut, Hankook Tire Sales Indonesia mengingatkan pengguna kendaraan listrik agar tidak sembarangan menggunakan ban, melainkan memilih produk yang sesuai dengan karakteristik mobil listrik.
Baca juga: Tren EV dan SUV jadi motor pertumbuhan Hankook di Indonesia
"Kami berupaya memastikan setiap produk yang kami hadirkan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal, mulai dari kondisi dan konstruksi jalan hingga kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia. Melalui lini Hankook iON, kami menghadirkan beragam pilihan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” kata Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia Bartek (Byunghak) Choi.
Ia menjelaskan, Hankook iON dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik mobil listrik serta kebutuhan pengendara. Ban ini dibekali teknologi "i Perfect Grip" untuk daya cengkeram optimal saat bermanuver di jalan basah maupun ketika terjadi aquaplaning, serta "i Sound Absorber" yang mampu mengurangi tingkat kebisingan hingga 18 persen.
Selain itu, terdapat teknologi "i Super Mileage" yang memberikan usia tapak lebih panjang hingga 15 persen serta "i Extreme Lightness" yang diklaim dapat meningkatkan efisiensi baterai dan performa kendaraan listrik.
Hankook iON tersedia dalam beberapa tipe, yakni iON EVO untuk kendaraan listrik berperforma tinggi (high-performance EV), iON EVO AS untuk perjalanan jarak jauh dengan performa stabil, iON GT yang mengedepankan stabilitas serta penggunaan material lebih ramah lingkungan, dan iON ST AS yang juga direkomendasikan untuk perjalanan jarak jauh.
Baca juga: Penting fokus dalam berkendara guna hindari aquaplaning
Baca juga: Beberapa kiat hindari "hydroplaning" saat musim hujan
Baca juga: Tips berkendara aman hadapi "aquaplaning" di musim hujan
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

















































