Pengamat: Kawasan TOD dapat menjadi pusat ekonomi baru

2 days ago 8

Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setidjowarno mengungkapkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) dapat menjadi pusat ekonomi baru.

"Dalam skala meso hingga mikro, kawasan TOD dirancang sebagai unit kawasan fungsional yang bernilai ekonomi tinggi. TOD mengubah stasiun yang semula hanya tempat naik-turun penumpang menjadi hub aktivitas ekonomi sentral," ujar Djoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Kawasan TOD, lanjutnya, dapat memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan, sehingga mempermudah interaksi bisnis, tenaga kerja, serta pasar konsumen secara terkonsentrasi.

"Mengandalkan pengembangan properti, ruang komersial, ritel, dan hak sewa (commercial leasing) di sekitar stasiun untuk memperkuat finansial operator dan daerah," katanya.

Aksesibilitas tinggi, lanjutnya, menaikkan nilai tanah/properti (Land Value Capture/LVC), yang dapat dikapitalisasi pemerintah melalui pajak atau retribusi untuk membiayai infrastruktur publik

Di samping itu, kawasan TOD juga mengurangi pengeluaran masyarakat untuk konsumsi bahan bakar dan perawatan kendaraan, mengalihkan alokasi belanja harian ke sektor ekonomi produktif lainnya.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi berbasis transit, sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses lebih luas bagi peluang peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat.

AHY mengatakan pengembangan kawasan yang menjadi bagian dari 'Transit Oriented Development' (TOD) Summarecon ini merupakan pendekatan pembangunan dengan mengintegrasikan transportasi, tata ruang, pusat kegiatan ekonomi maupun ruang hidup masyarakat.

Baca juga: Menko IPK: TOD kembangkan kawasan lebih produktif dan berkelanjutan

Dia mengatakan penguatan konektivitas berdampak pada semakin mudahnya masyarakat menjangkau tempat kerja, pusat pendidikan, layanan kesehatan maupun berbagai peluang usaha, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.

Menurut AHY, konsep TOD tidak sekadar menyediakan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, tetapi juga harus mampu menciptakan ruang baru bagi aktivitas ekonomi dengan menghadirkan dampak positif bagi pengembangan usaha, dunia bisnis termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Baca juga: Pelebaran Jalan RS Fatmawati untuk bangun kawasan TOD

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |