Pengadilan: Komentar Min Hee-jin soal New Jeans kewenangan manajemen

1 week ago 8

Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan bahwa komentar Min Hee-jin sewaktu menempati posisi direksi label rekaman ADOR mengenai kemiripan grup ILLIT dengan New Jeans merupakan ungkapan pendapat sesuai kewenangan.

Hakim menilai pernyataan terkait dugaan penjiplakan (plagiarisme) terhadap NewJeans berada dalam lingkup kewenangan manajemen (management authority) karena saat itu menjabat sebagai Chief Executive Officer ADOR.

"Pengadilan memutuskan bahwa pernyataan mantan CEO Min tentang kemiripan tersebut bukanlah pernyataan palsu, melainkan 'ungkapan pendapat' dan berada dalam lingkup 'kewenangan manajemen'," demikian pernyataan persidangan Divisi Perdata 31 Pengadilan Distrik Pusat Seoul yang dipimpin oleh Hakim Ketua Nam In-soo dilansir dari media lokal setempat OhmyNews, Minggu.

Hakim menganggap langkah tersebut sebagai upaya sah untuk melindungi identitas artis di bawah naungan manajemen ADOR yang saat itu dikepalai oleh mantan CEO Min.

Baca juga: Min Hee-ji dirikan agensi baru usai keluar dari ADOR

Namun, putusan itu tidak menetapkan apakah praktik penjiplakan benar-benar terjadi secara teknis.

Sebagian orang mungkin salah menafsirkan putusan itu sebagai "plagiarisme telah diakui oleh pengadilan".

Namun, gugatan yang dibahas dalam persidangan adalah untuk menentukan pokok perkara dalam sengketa para pihak mengenai pelaksanaan hak dalam perjanjian kontrak (contractual rights) dan opsi jual saham (put option) perusahaan.

Oleh karena itu, pokok perkara bukanlah penetapan plagiarisme itu sendiri. Tapi mengklarifikasi bahwa tindakan mantan CEO Min yang mengangkat isu tersebut di dalam perusahaan ADOR tidak selalu mengarah pada pelanggaran kontrak atau pelanggaran kepercayaan.

Baca juga: Tim kuasa hukum Min Hee Jin gelar konferensi pers untuk bahas NewJeans

Hakim membacakan putusan tersebut pada Kamis (12/2) lalu. Dalam persidangan, hakim meninjau pernyataan CEO Min soal kemiripan konsep antara grup ILLIT dari label Belift Lab (salah satu label di bawah naungan HYBE) dengan NewJeans.

Min Hee-jin sebelumnya menyampaikan kekhawatiran mengenai adanya dugaan penjiplakan terhadap konsep NewJeans yang sejak lama telah dinaungi ADOR oleh ILLIT yang baru memulai debut grup idola pada Maret 2024.

Baca juga: Danielle ex-NewJeans bahas kasus dengan ADOR di siaran langsung

Pengadilan memutuskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk ungkapan pendapat (expression of opinion) untuk melindungi identitas artis.

Hakim menilai tindakan tersebut sah dalam lingkup kewenangan manajemen (management authority).

Pengadilan juga membahas masa depan operasional label ADOR yang menaungi NewJeans. Hakim menolak argumen HYBE yang menyebut adanya rencana untuk menyingkirkan NewJeans.

Baca juga: Mengenal Danielle Marsh, mantan member NewJeans yang dikeluarkan ADOR

Pengadilan menafsirkan dokumen rencana internal sebagai strategi untuk mengelola label tanpa kehadiran Min Hee-jin di masa depan.

Putusan itu memastikan bahwa keberadaan grup NewJeans tetap menjadi bagian utama dari diskusi manajemen.

Hakim menegaskan bahwa putusan itu tidak menetapkan status hukum mengenai penjiplakan karya seni secara teknis.

Fokus utama pengadilan adalah meninjau apakah kritik mantan CEO Min terhadap promosi album ILLIT telah melanggar kontrak kerja dengan ADOR, label independen di bawah HYBE.

Baca juga: Danielle ex-NewJeans jadi sukarelawan pada hari pemutusan kontrak

Hasilnya, pengadilan memutuskan bahwa menyuarakan kemiripan karya antar-artis bukan merupakan bentuk pengkhianatan (breach of trust).

Pihak HYBE dikabarkan mengajukan banding (appeal) di pengadilan tinggi.

Sebelumnya, HYBE mengakhiri perjanjian pada Juli 2024, dengan alasan Min Hee-jin berupaya memprivatisasi New Jeans dan ADOR serta menyebabkan kerugian bagi perusahaan dan label afiliasinya, dan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk mengonfirmasi pengakhiran kontrak antar pemegang saham tersebut.

Min Hee-jin bereaksi bahwa tidak ada pihak yang dapat memutus kontrak secara sepihak tanpa persetujuan bersama. Min Hee-jin menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melanggar perjanjian pemegang saham tersebut. Oleh karena itu, ia menganggap surat pemutusan kontrak dari HYBE tidak memiliki kekuatan hukum.

Perselisihan itu memuncak saat Min Hee-jin menuntut pembayaran hak jual saham (put option) pada November 2024 setelah mundur dari posisi direksi ADOR.

Nilai jual dihitung berdasarkan hasil kerja ADOR pada tahun 2022 hingga 2023. Min Hee-jin mengklaim hak tersebut berdasarkan kesepakatan awal dengan HYBE.

​Di sisi lain, manajemen HYBE menolak tuntutan tersebut. Pihak HYBE menyatakan bahwa perjanjian pemegang saham sudah berakhir sejak Juli 2024.

Perbedaan pendapat itu yang menjadi inti dari persidangan di pengadilan.

Baca juga: Danielle eks NewJeans terancam ganti rugi mencapai miliaran won

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |