Peneliti UI: Implementasi B50 perlu penguatan hulu produksi sawit

3 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Dr. Eugenia Mardanugraha menilai implementasi mandatori biodiesel B50 pada semester II tahun 2026 perlu diiringi dengan penguatan produksi sawit di sektor hulu.

“Produktivitas sawit harus ditingkatkan agar mampu mengimbangi kenaikan kebutuhan, baik untuk konsumsi domestik, termasuk biodiesel, maupun ekspor. Tanpa peningkatan produktivitas, tekanan terhadap pasokan CPO akan makin besar dan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan global,” kata Eugenia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Eugenia melanjutkan, kebijakan pemerintah sebaiknya diarahkan pada perbaikan fundamental di sektor hulu, seperti peremajaan (replanting), peningkatan kualitas bibit, praktik budidaya yang lebih efisien, serta dukungan terhadap petani.

“Dengan demikian, peningkatan permintaan akibat kebijakan energi dapat diimbangi oleh peningkatan produksi, sehingga ketahanan energi dan stabilitas industri sawit dapat berjalan secara seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Mentan sebut 3,5 juta ton CPO dialihkan dukung mandatori B50 di 1 Juli

Tidak hanya menjaga produktivitas dan pasokan bahan baku, perbaikan di sektor hulu juga memastikan kesiapan di tengah permintaan yang juga tinggi dari pasar ekspor dan kebutuhan domestik lainnya seperti pangan dan oleokimia.

“Kondisi ini menimbulkan potensi crowding out, di mana alokasi CPO (minyak sawit mentah) akan saling bersaing antara kepentingan ekspor dan pemenuhan mandatori dalam negeri,” ujar dia.

Dalam situasi tersebut, kata Eugenia, apabila kebijakan B50 dipaksakan untuk diimplementasikan dalam waktu dekat, maka penyesuaian yang paling mungkin terjadi adalah penurunan volume ekspor CPO. Hal ini karena prioritas pemenuhan kebutuhan domestik, khususnya untuk program biodiesel, akan menyerap porsi yang lebih besar dari produksi nasional.

Selain itu, fluktuasi harga yang tidak menentu, baik harga minyak bumi maupun harga CPO turut menambah kompleksitas dalam pengambilan keputusan.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |