Pemprov: Penyediaan asrama solusi pendidikan pulau terdepan Sumbar

4 weeks ago 8

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menyebut penyediaan asrama bisa menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan pulau terdepan Indonesia bagian barat tersebut.

"Kalau kita bicara akses, maka salah satu kuncinya adalah penyediaan asrama. Tanpa asrama, anak-anak kita akan kesulitan menjangkau sekolah," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat.

Menurut Arry, penyediaan asrama bagi anak didik merupakan keharusan mengingat teritorial Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdiri dari beberapa pulau utama.

Kondisi itu termasuk pula menyebabkan terbatasnya daya jangkau layanan pendidikan di daerah berjuluk Bumi Sikerei tersebut. Saat ini rata-rata jumlah siswa SMK di daerah itu berkisar antara 40 hingga 50 orang per angkatan.

"Ini menunjukkan belum optimalnya minat dan akses pendidikan vokasi di sini. Ini perlu kita carikan bersama solusinya," tegas dia.

Pada kesempatan itu, Arry menekankan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berhenti pada jumlah siswa, melainkan juga pada kualitas lulusan. Saat ini di sekolah kejuruan masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri.

Pemerintah provinsi, kata dia, juga mendorong penguatan link and match antara SMK dengan dunia usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih luas, termasuk ke luar negeri.

Penguasaan keterampilan, sertifikasi dan kemampuan bahasa asing, tambah dia, bisa menjadi kunci agar lulusan SMK berdaya saing serta sesuai kebutuhan dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Jop menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat dukungan pengembangan SMK, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa.

"Asrama menjadi penunjang utama keberlangsungan pendidikan mereka. Ini harus menjadi perhatian bersama, dan kita akan tindak lanjuti dalam perencanaan ke depan," kata dia.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |