Pemprov Kalbar Ikut lestarikan pariwisata budaya Sahur-sahur Mempawah

1 week ago 12

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian pariwisata berbasis budaya melalui Festival Sahur-Sahur ke-23 tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Mempawah.

"Festival Sahur-Sahur adalah identitas budaya yang harus kita jaga bersama. Ini bukan hanya kebanggaan Mempawah, tetapi juga kebanggaan Kalimantan Barat," Kata Gubernur Kalbar Ria Norsan di Mempawah, Senin.

Dia menyatakan Festival Sahur-Sahur bukan sekadar tradisi membangunkan sahur, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Kalbar mengalokasikan dana hibah sebesar Rp50 juta untuk pelaksanaan festival tahun ini. Selain itu, Gubernur turut menambahkan dukungan pribadi sebesar Rp50 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp100 juta.

Norsan juga mendorong peningkatan dukungan anggaran pada tahun mendatang dan meminta panitia menyiapkan proposal agar bantuan pada 2027 dapat ditingkatkan menjadi Rp200 juta, seiring meningkatnya skala dan dampak event tersebut.

Festival Sahur-Sahur kini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan tercantum dalam Calendar of Event Kalimantan Barat 2026. Selain itu, tradisi ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan.

Menurut Gubernur, pengakuan tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang dilibatkan dalam Ramadan Fair.

“Dengan naiknya status festival ini, kita berharap dampak ekonominya semakin terasa bagi masyarakat lokal,” katanya.

Bupati Mempawah Hj. Erlina menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Kalbar terhadap pelestarian budaya Sahur-Sahur yang telah melalui proses pengusulan panjang hingga diakui secara nasional.

Ia berharap generasi muda terus dilibatkan dalam pengembangan festival agar kearifan lokal tetap lestari di tengah arus modernisasi.

"Festival Sahur-Sahur yang menampilkan atraksi musik perkusi tradisional dari bahan-bahan sederhana tersebut setiap tahunnya menjadi daya tarik wisata religi dan budaya, sekaligus memperkuat citra Kalimantan Barat sebagai daerah yang kaya tradisi dan harmonis dalam keberagaman," kata Erlina.

Baca juga: Menkum RI ajak masyarakat maknai semangat Idul Fitri jaga silaturahim

Baca juga: Menag ajak umat Islam terus jaga semangat Ramadhan

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |