Pemkot Jaktim perkuat benteng toleransi cegah radikalisme dan hoaks

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme, ekstremisme, intoleransi, serta hoaks melalui kegiatan Penguatan Implementasi Moderasi Beragama di Jakarta, Rabu.

"Moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat Jakarta Timur yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya," kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu.

Menurut dia, keberagaman harus menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan, bukan menjadi sumber perpecahan.

Untuk itu, dia berharap kegiatan tersebut mampu menciptakan ruang dialog yang sehat antarumat beragama sehingga tercipta keseimbangan antara pengamalan ajaran agama masing-masing dengan penghormatan terhadap hak beragama orang lain.

"Melalui sikap saling menghargai perbedaan, potensi konflik yang dipicu sentimen keagamaan dapat diminimalkan, sekaligus memperkuat kerja sama lintas iman dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Kusmanto.

Selain memperkuat kerukunan umat beragama, kegiatan itu juga bertujuan menyatukan visi pembangunan kota melalui kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh agama dalam mendukung pembangunan wilayah, baik di sektor sosial, keagamaan, maupun infrastruktur.

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat kualitas kepegawaian untuk tingkatkan pelayanan

Dalam kegiatan itu, para peserta dibekali dengan pemahaman untuk menangkal berkembangnya paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, serta penyebaran narasi kebencian, khususnya di media sosial.

"Edukasi yang diterima seluruh peserta diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih bijak, inklusif, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan, salah satunya menjaga kondusivitas lingkungan dari ancaman narkoba, hoaks, dan aksi tawuran," jelas Kusmanto.

Dia pun berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Jakarta Timur dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, serta menjamin setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dengan aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jakarta Timur itu diikuti 90 peserta yang terdiri atas tokoh agama, tokoh aliran kepercayaan, organisasi keagamaan, dan pengurus rumah ibadah se-Jakarta Timur.

Selain itu, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu, di antaranya Sekretaris Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama Wawan Djunaedi, serta Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Keumatan dan Keagamaan Nong Darol Mahmada.

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat pemahaman FKDM untuk jaga stabilitas wilayah

Baca juga: Pemkot Jaktim perketat pengawasan pangan di pasar tradisional

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |