Pemkot Bandung olah 500 ton sampah per hari secara mandiri

3 hours ago 1

Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung bakal mengolah 500 ton sampah per hari secara mandiri di dalam kota menyusul pembatasan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti yang kini hanya diperbolehkan sekitar 981 ton per hari.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kebijakan tersebut mendorong Kota Bandung untuk memperkuat pengolahan sampah di tingkat lokal agar sisa timbulan sampah tidak menumpuk.

“Sampah yang ada di Kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab,” ujar Farhan di Bandung, Senin.

Ia menyebutkan total produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Dengan pembatasan ke TPA Sarimukti, sekitar 500 ton sampah harus ditangani secara mandiri di dalam kota.

Pemkot menargetkan seluruh volume tersebut dapat tertangani paling lambat akhir semester pertama 2026. Saat ini, kapasitas pengolahan sampah di dalam kota baru mencapai sekitar 300 ton per hari sehingga masih terdapat selisih 200 ton yang perlu segera diatasi.

Baca juga: Pemkot Bandung kerahkan petugas pemilah sampah di setiap RW

Farhan menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan teknologi saja karena keragaman jenis sampah, khususnya sampah organik seperti sisa makanan yang memerlukan penerapan berbagai metode pengolahan beragam.

“Tidak mungkin hanya satu teknologi menyelesaikan seluruh persoalan sampah. Oleh karena itu, kami memanfaatkan beragam pendekatan, terutama untuk sampah organik yang volumenya sangat besar,” katanya.

Untuk mempercepat pengelolaan di tingkat masyarakat, Pemkot Bandung meluncurkan program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) dengan menempatkan satu petugas di setiap RW.

Melalui program tersebut, petugas bertugas mengedukasi warga agar memilah sampah dari sumbernya dengan mendatangi rumah tangga secara langsung.

Baca juga: Pemkot Bandung bentuk Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah

“Ke depan, Pemkot Bandung berencana memperluas program hingga tingkat RT guna menjangkau lebih banyak warga dan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber,” katanya.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |