Pemkab perkuat pengawasan siswa pascainsiden molotov di sekolah

1 day ago 2

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar serta peran keluarga menyusul insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya yang menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah.

"Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Secara aktivitas sebenarnya sudah normal, namun tetap perlu pendampingan lebih lanjut," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, di Sungai Raya, Rabu.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki sistem pengawasan terhadap anak usia remaja, baik di sekolah maupun di rumah.

Menurut dia, hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya faktor tekanan psikologis yang dipengaruhi kondisi keluarga. Pemerintah menemukan bahwa orang tua dan kakek anak tersebut sedang mengalami sakit, sehingga beban keluarga diduga berdampak pada kondisi mental anak.

"Peran orang tua sangat penting. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban persoalan keluarga yang berat," tuturnya,

Dinas Pendidikan bersama sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, serta polisi akan melakukan pembinaan khusus dan pendampingan psikologis agar kejadian serupa tidak terulang.

Syarif menambahkan pihaknya juga akan memperketat pengawasan di lingkungan sekolah, mendorong kegiatan ekstrakurikuler positif, serta meminimalkan praktik perundungan.

Selain itu, orang tua diminta lebih aktif memantau aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon genggam dan permainan daring.

"Kami mengimbau orang tua memperhatikan kegiatan anak di rumah, mengarahkan mereka pada aktivitas positif sesuai minat dan cita-cita mereka," katanya.

Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas juga dijadwalkan rutin turun ke sekolah untuk memberikan edukasi dan pencegahan kenakalan remaja.

Terkait penanganan hukum, Syarif menegaskan pendekatan yang digunakan mengedepankan pembinaan.

"Prinsipnya ultimum remedium. Kita selesaikan akar masalah dulu dan fokus pembinaan karena anak ini masih di bawah umur," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyayangkan aksi teror bom molotov tersebut meski tidak menimbulkan kerusakan fisik bangunan sekolah.

"Saya sudah monitor dan sangat menyayangkan aksi ini. Walaupun tidak ada kerusakan, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan," kata dia, dalam keterangan tertulis.

Ia memastikan pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas setelah proses penyelidikan kepolisian selesai, sekaligus meminta aparat mengusut motif pelaku.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang korban. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah memberikan penanganan medis dan korban telah dipulangkan ke rumah.

"Pemkab berharap kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan dapat memperkuat pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan sehingga tercipta suasana belajar yang aman dan kondusif," kata dia.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |