Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah bersama PT. Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat akses air bersih bagi semua warga di daerah tersebut dalam 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika.
"Target 100 hari kerja kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mimika periode 2025-2030 akses air bersih sudah bisa dinikmati semua warga," kata Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Rabu.
Menurut Rettob, pihaknya bersama PT Freeport Indonesia telah memulai uji coba fasilitas Water Treatment Plant (WTP) Kuala Kencana dengan mengoperasikan distribusi air bersih selama dua kali sehari dengan durasi waktu dua jam pagi dan sore.
"Kami berharap dalam waktu dekat WTP Kuala Kencana dapat beroperasi secara penuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengakses air bersih," ujarnya.
Sementara itu, Director and Executive Vice President (EVP) Sustainability Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk memasak, minum, mencuci dan mandi.
"Program ini air bersih ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi antara pemerintah daerah dan PTFI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mimika melalui penyediaan air bersih yang berkelanjutan," katanya.
Dia menambahkan saat ini uji coba dilakukan di Komplek Satuan Pemukiman I, Satuan Pemukiman III, Perumahan Pemda, Perumahan Kejaksaan dengan total sambungan yang sudah masuk ke rumah-rumah pada empat kawasan tersebut adalah 12 ribu sambungan rumah.
"Dan dari jumlah tersebut sebanyak 2.700 rumah sudah menikmati air bersih," ujarnya.
Dia mengatakan untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih dari WTP hingga ke rumah-rumah warga, PTFI bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika terus melakukan pemantauan.
Baca juga: Mimika dijadwalkan gelar gerakan pangan murah 17 kali selama 2025
Baca juga: PT Freeport-Pemkab Mimika uji coba distribusi air bersih untuk warga
Baca juga: DPRK Mimika sebut program MBG investasi masa depan anak Indonesia
Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025