Meulaboh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menuntaskan perbaikan akses jalan menuju ke kawasan komunitas adat terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang sejak beberapa hari belakangan ini putus total akibat diterjang banjir pada Rabu (18/2) pekan lalu.
“Alhamdulillah, saat ini akses jalan yang sebelumnya putus sepanjang 200 meter lebih, saat ini sudah selesai dilakukan perbaikan, sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Fadly Octora kepada wartawan, Senin.
Ia mengatakan, ruas jalan yang sebelumnya putus total akibat tergerus banjir ketika aliran sungai meluap, saat ini telah kembali normal setelah pemerintah daerah bersama TNI, turut serta melakukan perbaikan jalan yang terputus.
Fadly mengatakan untuk melakukan penanganan kerusakan jalan di kawasan terpencil di pedalaman Aceh Barat, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengerahkan sebanyak lima unit alat berat jenis ekskavator..
Baca juga: Pemerintah percepat pemulihan pascabencana guna sambut Idul Fitri
Kelima alat berat tersebut berasal dari milik pemerintah daerah, TNI serta alat berat milik masyarakat di sekitar lokasi kerusakan jalan.
Dengan telah tuntas nya perbaikan akses jalan menuju ke KAT Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, saat ini akses transportasi 195 kepala keluarga (KK) di kawasan setempat dipastikan sudah normal.
Fadly menyebutkan perbaikan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, untuk menyediakan akses transportasi publik yang lebih baik dan maksimal, di tengah proses pemulihan pascabencana banjir bandang oleh pemerintah daerah dan pusat.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk terus menciptakan sarana pelayanan publik yang semakin baik kepada masyarakat,” demikian Fadly Octora.
Baca juga: PMI tetap suplai air bersih untuk warga Aceh Tamiang selama Ramadhan
Baca juga: Bea Cukai Langsa salurkan bantuan dukung pemulihan warga Aceh Tamiang
Baca juga: Guru hingga petani ramai lewati Jalan Malalak setelah terhubung
Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































