Pemerintah resmikan PPDS pertama di Papua

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, guna mengatasi disparitas tenaga medis di kawasan paling timur Indonesia.

Peluncuran ini merupakan bagian dari program akselerasi Nasional yang diusung pemerintah. Dengan pendekatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA), program ini bertujuan mempercepat pemenuhan dokter spesialis, salah satunya dengan membuka program studi di 11 provinsi yang belum pernah memilikinya, termasuk Papua.

"Adanya program studi ini perlu ditindaklanjuti dengan identifikasi putra daerah dan penyediaan dukungan ikatan dinas melalui beasiswa," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdiktisaintek, Setiawan, melalui keterangan di Jakarta, Minggu.

Dia menegaskan bahwa upaya ini merupakan sarana untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut, Setiawan mengatakan pihaknya juga berkomitmen pada penjaminan mutu melalui evaluasi berkala yang melibatkan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI), asosiasi program studi, hingga kolegium.

Sebagai universitas pembina, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan terus memastikan kualitas lulusan prodi PPDS Universitas Cendrawasih.

Sementara, Rektor Uncen Oscar Oswald O. Wambrauw menyatakan pihaknya berkomitmen dalam melaksanakan program ini.

Ia juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah agar dapat mengabdi dalam waktu jangka panjang.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Daerah. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, menegaskan urgensi program ini.

"Kebutuhan ini menjadi sangat penting karena banyak tindakan operasi yang tertunda akibat tidak adanya spesialis anestesi. Ini adalah program pendidikan spesialis pertama di Tanah Papua, yang memungkinkan pendidikan dilakukan di tanah sendiri. Sebagaimana semangatnya, pendidikan ini sekaligus membantu proses pelayanan," ucap Aryoko.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |