Jakarta (ANTARA) - Pemerintah membidik pengembangan pasar beras ke jaringan ritel di Arab Saudi setelah keberhasilan ekspor perdana beras haji Indonesia, dengan peluang penyerapan dari jaringan ritel modern serta segmen jamaah umrah RI.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan hasil penjajakan pasar di Arab Saudi menunjukkan minat tinggi terhadap beras Indonesia, tidak hanya untuk kebutuhan haji, tetapi juga pasar komersial dan umrah.
“Peluang (pasar) beras Indonesia di Arab Saudi sangat besar. Setelah beras haji, akan dilanjutkan untuk beras umrah dan ritel,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Ia menyebut dua jaringan ritel modern Arab Saudi, yakni Bin Dawood dan Lulu, telah menyatakan ketertarikan untuk menyerap beras Indonesia bagi pasar ritel setempat.
“Ritel modern yang sudah konfirmasi antara lain Bin Dawood dan Lulu. Itu ritel besar di Arab Saudi,” ujar dia.
Menurutnya, potensi pasar tersebut didukung oleh jumlah jamaah umrah asal Indonesia yang diperkirakan hampir mencapai 2 juta orang per tahun, selain komunitas warga negara Indonesia yang cukup besar di Arab Saudi.
Ahmad mengatakan Bulog juga telah mengidentifikasi importir yang akan menangani distribusi beras Indonesia di Arab Saudi, mulai dari pelabuhan tujuan hingga ke dapur haji dan jaringan ritel.
“Importirnya sudah ada, dan mereka yang bertanggung jawab dari Pelabuhan Jeddah sampai ke dapur-dapur dan ritel di sana,” tuturnya.
Ia menegaskan pengembangan pasar ritel dan umrah tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah ekspor perdana beras haji berjalan, dengan tetap memperhatikan kesinambungan pasokan dan kualitas beras.
Pemerintah menilai ekspor beras haji menjadi pintu masuk strategis untuk memperluas kehadiran beras Indonesia di pasar Timur Tengah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu memasok pangan bagi kebutuhan global.
“Ini kita lakukan bertahap. Yang penting ekspor beras haji berjalan baik dulu, baru kemudian kita kembangkan untuk pasar umrah dan ritel,” ungkap Ahmad.
Sebelumnya, Bulog dijadwalkan mengekspor beras haji Indonesia ke Arab Saudi sebanyak 2.280 ton dengan nilai sekitar Rp150 miliar dalam dua gelombang, masing-masing pada 28 Februari 2026 dan 4 Maret 2026 sebagai ekspor perdana beras nasional untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia.
Baca juga: Bulog tawarkan Beras Haji Nusantara ke importir Arab Saudi
Baca juga: Dirut Bulog pastikan beras untuk jamaah haji RI dari panen terbaru
Baca juga: Pemerintah siapkan ekspor perdana 2.280 ton beras haji ke Arab Saudi
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































