Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk para pengungsi di Desa Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara tetap dikebut meskipun di tengah guyuran hujan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Tetap (dikebut). Pimpinan saya bilang, Babinsa awasi, target harus cepat,” ujar Babinsa Krueng Lingka Sertu Syamsuddin ketika ditemui di lokasi proyek hunian sementara (huntara), Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Selasa.
Atas perintah tersebut, Syamsuddin menyampaikan pekerja proyek huntara mengerjakan apa pun yang bisa dikerjakan meskipun diguyur hujan.
Misalkan, lanjut dia, pemasangan jendela, pintu, dan pekerjaan lainnya yang bisa dilakukan di dalam ruangan, tetap digarap oleh para tukang.
“Tetapi kalau pemasangan seng, karena pakai listrik, saya bilang jangan (dikerjakan saat hujan). Potong seng kan dia pakai listrik. Makanya saya larang, jangan, saya takut nanti terjadi sesuatu,” ujar Syamsuddin.
Syamsuddin menargetkan dapat terbangun 119 unit huntara untuk pengungsi di Desa Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Desa Krueng Lingka terdiri atas 312 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.117 jiwa. Saat ini, terdapat dua titik pengungsian di Desa Krueng Lingka dan tersisa 44 KK yang masih menetap di tenda pengungsian.
Di luar 44 KK tersebut, pengungsi lainnya dikabarkan menumpang di rumah saudara atau mengontrak rumah, sebelum mendapatkan alokasi huntara maupun hunian tetap (huntap).
Ia menargetkan huntara untuk pengungsi Desa Krueng Lingka bisa selesai pada pekan kedua Ramadhan. Mulanya, huntara di desa tersebut ditargetkan tuntas pada lima hari sebelum Ramadhan.
Akan tetapi, mereka sempat menghadapi kendala berupa kelangkaan pasokan material pembangunan seperti atap seng dan kalsiboard. Kelangkaan tersebut disebabkan oleh masifnya pembangunan huntara pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
“Kendalanya itu kadang-kadang putus barang, nggak ada barang. Tapi kalau di lapangan, insya Allah nggak ada kendala,” kata Syamsuddin.
Kemudian, pada Senin (16/2), material yang dibutuhkan mulai berdatangan dan Syamsuddin berupaya agar pembangunan huntara dapat segera tuntas.
“Progres sudah sampai 70 persen menurut saya. Insya Allah mungkin gak lama lagi sudah selesai, karena barangnya (material bangunan) dikirim,” ujar dia.
Baca juga: Jelang Ramadhan, pembangunan Huntara Batang Toru Tapsel dipercepat
Baca juga: 96 unit huntara di Pidie Jaya siap dihuni jelang ramadhan
Baca juga: Para penyintas bencana merasa nyaman di huntara Pidie Jaya
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































