Surabaya (ANTARA) - Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha menilai pemain-pemainnya kurang memaksimalkan peluang sehingga dikalahkan 0-1 oleh Persebaya di Stadion GBT Surabaya.
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” kata Tomas dalam konferensi pers di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam.
Menurut dia, secara taktis PSM sudah memahami pola permainan tuan rumah dan komposisi pemain yang diturunkan, sehingga seharusnya bisa mengantisipasi lawan.
“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya. Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan,” ucapnya.
Tomas menyoroti catatan 10 pertandingan terakhir yang hanya menghasilkan satu kemenangan, seraya menegaskan statistik tersebut berkaitan erat dengan efektivitas di lini serang.
Ia memaparkan dalam laga lawan Persebaya, PSM mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan, tetapi banyak peluang tidak berujung gol akibat keputusan akhir yang kurang tepat.
Baca juga: Persebaya kalahkan PSM 1-0
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” ujarnya.
Dia menambahkan klub telah memberikan dukungan penuh dengan menghadirkan pemain tambahan.
Hal tersebut, kata dia, untuk menambah kedalaman dan keseimbangan skuad, sehingga kini ia memiliki lebih banyak opsi jika ada pemain yang absen.
“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami, dan sekarang tugas kami adalah mulai meraih poin,” tuturnya.
Pemain PSM Luka Cumic mengakui timnya tidak bermain maksimal pada babak pertama sehingga kesulitan mengembangkan permainan.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami butuh lebih banyak energi dan tekanan. Di babak kedua kami mencoba mencetak gol dan harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya,” ujar Cumic.
Baca juga: Persebaya evaluasi akurasi tembakan setelah kalahkan PSM
Pewarta: Indra Setiawan/Naufal Ammar Imaduddin
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































