Cilacap, Jawa Tengah (ANTARA) - Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menyampaikan, pihaknya mencatatkan nilai piutang gadai sebesar Rp124 triliun sejak awal Maret hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia menyatakan, tren aktivitas gadai sejak pertengahan Ramadhan hingga menjelang Lebaran relatif sama dengan tren aktivitas gadai saat menjelang hingga awal Ramadhan.
“Sejak awal bulan Maret hingga menjelang Lebaran, di mana dalam waktu dua minggu, total nilai piutang mencapai Rp124 triliun dengan pertumbuhan dua persen atau sekitar Rp2,4 triliun dari bulan Februari,” kata Ferdian Timur Satyagraha saat dihubungi ANTARA dari Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.
Ia menuturkan, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa layanan gadai menjadi salah satu opsi utama untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Baca juga: Rabu pagi harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian stabil
Ia pun optimistis aktivitas gadai akan terus meningkat pada periode libur Idul Fitri saat ini, seiring dengan kebutuhan untuk perayaan hari H dan pasca-Lebaran.
Ferdian menyatakan, emas dan perhiasan, kendaraan, hingga alat elektronik menjadi barang yang paling banyak dijadikan jaminan oleh nasabah.
Ia mengatakan, emas dan perhiasan serta alat elektronik memang seringkali menjadi pilihan untuk memperoleh pembiayaan gadai.
“Sementara untuk kendaraan, seringkali digadaikan karena beberapa segmen masyarakat yang mudik ataupun bepergian tidak melalui jalur darat di masa Lebaran telah mempercayakan Pegadaian untuk merawat kendaraan selama masa mudik tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Mudik nyaman bersama Pegadaian, lebih dari 4.000 pemudik siap berlebaran di kampung halaman
Ferdian mengungkapkan, Surabaya, Makassar, dan Jabodetabek menjadi wilayah dengan nilai pengajuan pembiayaan gadai paling tinggi sepanjang Ramadhan tahun ini.
Hal tersebut karena tiga daerah tersebut memiliki kebutuhan yang besar terhadap pendanaan, terutama melalui gadai emas.
“PT Pegadaian telah mengantisipasi lonjakan (aktivitas gadai) dengan memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan masyarakat, seperti kesiapan likuiditas perusahaan, program promo yang menarik, penguatan credit scoring dan customer profiling, peningkatan layanan digital TRING!, serta pengamanan outlet selama libur Lebaran,” ujarnya.
Baca juga: Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 selenggarakan program Mudik Aman Berbagi Harapan 2026
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































