Paus Orca muncul di perairan Taman Nasional Bunaken

2 hours ago 3

Manado (ANTARA) - Paus Orca (Orcinus orca) muncul di perairan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara, Selasa (24/2), sekitar pukul 10.00 Wita, dan berhasil diabadikan saat tim 'Smart Patrol' Resor Mantehage Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I.

"Kemunculan Paus Orca di Taman Nasional Bunaken mengindikasikan rantai makanan laut di Taman Nasional Bunaken dalam kondisi relatif sehat," kata Kepala Balai Taman Nasional Bunaken, Catur Marbawa di Manado, Rabu.

Indikasi lainnya, kata dia, ketersediaan makanan untuk predator puncak di Taman Nasional Bunaken masih kondisi cukup serta konektivitas ekosistem laut masih terjaga.

Selain Paus Orca, kata Catur, spesies paus yang juga dapat dijumpai di kawasan Taman Nasional Bunaken yaitu Paus Sperma (Physeter macrocephalus) dan Paus Pilot (Globicephala macrorhynchus).

Terdapat juga beberapa jenis mamalia aquatik lainnya seperti jenis lumba-lumba dan Duyung.

"Durasi kemunculan Paus Orca di Taman Nasional Bunaken pada saat dijumpai oleh Tim Smart Patrol sekitar satu jam sebelum berenang kembali ke laut dalam," ujarnya.

Beberapa orang sempat melihat kemunculan Paus Orca tersebut yaitu, M. Ahda Agung (Kepala Resor), Dwi Cresla Tondo (Anggota Resor), Anggara Tripurwa (Polisi Kehutanan) dan Julian Garing (Motoris Kapal).

Catur Marbawa menjelaskan, di Indonesia Paus Orca merupakan salah satu satwa yang dilindungi melalui Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Karena itu keberadaannya yang masuk ke wilayah Taman Nasional Bunaken mengindikasikan bahwa salah satu satwa dilindungi di Indonesia masih terjaga kelestariannya.

Paus Orca adalah predator cerdas yang bisa salah mengira manusia sebagai mangsa atau memperlakukan penyelam sebagai mainan.

"Disarankan bagi pengunjung Taman Nasional Bunaken terutama penyelam untuk jangan terlalu dekat, menyentuh, menghalangi pergerakan, atau bersikap panik yang memicu rasa ingin tahu berlebih Paus Orca," kata Catur mengingatkan.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |