Para menlu Arab desak Iran bayar ganti rugi atas penutupan Hormuz

8 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Para menteri luar negeri Arab, Selasa (21/4), menuntut agar Iran membayar ganti rugi atas kerusakan yang disebabkan oleh apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran terhadap negara-negara Arab dan penutupan Selat Hormuz.

Sikap itu muncul dalam resolusi yang disahkan selama pertemuan darurat Liga Arab yang diadakan melalui konferensi video di bawah kepemimpinan Bahrain.

Resolusi tersebut menyatakan bahwa Iran memikul "tanggung jawab internasional penuh" atas serangan yang menargetkan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Qatar, Kuwait, dan Irak, dan berkewajiban berdasarkan hukum internasional untuk memberikan "ganti rugi penuh" atas semua kerugian dan kerusakan yang diakibatkan.

Resolusi tersebut juga mengutuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan ancaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan prinsip kebebasan navigasi.

Abdullatif Al Zayani, Menteri Luar Negeri Bahrain, mengatakan tindakan Iran mengganggu lalu lintas maritim, mengancam keamanan energi, pasokan makanan dan obat-obatan, dan merugikan perdagangan global dan ekonomi dunia.

Dia mengatakan Teheran juga harus bertanggung jawab atas konsekuensi penutupan Selat Hormuz untuk navigasi internasional.

Awal bulan ini, Iran menuntut kompensasi dari Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania, dengan klaim negara-negara tersebut telah ikut serta dalam perang melawan Teheran.

Permusuhan di kawasan itu meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai tanggapan, Teheran melakukan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara regional lainnya yang menampung aset AS.

Pada 11 April, Pakistan menjadi tuan rumah putaran pertama pembicaraan perdamaian setelah menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April.

Dengan perpanjangan gencatan senjata pada Selasa, upaya untuk mengadakan putaran kedua terus berlanjut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Inggris, Prancis pimpin konferensi militer multinasional untuk Hormuz

Baca juga: Pakistan desak AS-Iran perpanjang gencatan senjata

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |